Musim kering yang panjang begitu meresahkan. Maka gembala gereja setempat mengundang umatnya untuk berkumpul di lapangan, untuk berdoa memohon turunnya hujan. Setelah mereka berdoa dan melambungkan kidung-kidung dengan khusyuknya selama satu jam, gembala itu berdiri, menyapu seluruh umatnya yang berkumpul dengan pandangan mata tak percaya, dan kemudian dengan suara yang menggelegar berkata: “Kekurangan iman kalian sangat memalukan! Di sini kita berkumpul, memohon kepada Tuhan agar menurunkan hujan, tetapi tak seorangpun membawa payung!” Dalam perikope Injil…
Seorang pujangga terkemuka diundang dalam suatu perjamuan. Sesudah perjamuan makan malam, pujangga itu itu diundang untuk menampilkan salah satu syair untuk para tamu. Ia setuju dan bertanya, adakah sesuatu yang spesial yang ingin didengar oleh para tamu. Ada saat hening sesaat. Dan kemudian seorang imam yang sudah lanjut umurnya berbicara: “Tuan, bolehkah anda mendaraskan Mazmur 23?” Permintaan yang aneh, kata pujangga itu dalam hati. Namun kemudian ia berkata, “Baiklah, saya akan mendaraskan Mazmur 23, tetapi…
“Pastor, bola punya berapa sisi?” tanya seorang anak kepada saya. Kemudian ia menambahkan, “Tidak bisa jawab to? Kalau tidak bisa jawab Pastor harus kasih saya 5.000!” Saya tersenyum melihat kecerdikan anak itu dan menjawab: “Ooo saya kira bola itu punya 4 sisi.” Anak itu melompat-lompat kegirangan dan kemudian berkata: “Salaahhh…. Bola punya 2 sisi saja: sisi dalam dan sisi luar! Pastor harus kasih saya 5.000!” Sambil tertawa saya mengatakan: “Kau yang salah. Bola punya empat…
Hari ini kita rayakan Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya. Sering juga disebut Pesta Transfigurasi. Kata Transfigurasi berasal dari kata kerja Latin transfigurare. Transfigurare terdiri dari dua kata “trans” yang berarti “seberang”, atau “melewati” atau “melebihi”; dan kata “figura” yang berarti “bentuk” atau “wujud” atau “kondisi”. Transfigurasi berarti suatu proses perubahan bentuk, suatu proses dimana Tuhan berubah bentuk atau penampilan-Nya. Ia mengijinkan kelompok inti para murid, Petrus, Yakobus, Yohanes, untuk melihat ke seberang, memandang kemuliaan Yesus yang…
Perikope Kitab Suci tentang wafatnya Yohanes Pembaptis (Mat 14: 1 – 12) menampilkan dua orang yang memiliki karakter yang bertentangan. Herodes adalah seorang yang “berpusat pada aku” (I-centered), sedangkan Yohanes adalah seorang yang “berpusat pada Allah” (God-Centered). Orang yang “berpusat pada aku” akan hidup untuk dirinya sendiri. Dia akan memikirkan yang menguntungkan diri sendiri. Ia tidak peduli dengan kesejahteraan orang lain, bahkan keberadaan orang lain. Ia akan dengan gampang memusnahkan yang lain, jika yang lain dilihat…
Seorang guru mempunyai kebiasaan yang aneh. Ia selalu membungkuk, menghormat kepada murid-muridnya sebelum kelas mulai. Kepala sekolah yang merasa terusik oleh kebiasaan guru itu bertanya kepadanya, mengapa harus membungkuk kepada para murid. Guru itu berkata, “Bapak Kepala Sekolah, dalam diri setiap murid ada begitu banyak potensi. Anda tak akan pernah tahu jika salah satu dari mereka akan menjadi presiden negara kita kelak.” Sayangnya, tidak setiap orang dari kita mempunyai pandangan positif terhadap martabat setiap orang. Mengkritik…





