Remah Harian

Transfigurasi: Visi

Pinterest LinkedIn Tumblr

Hari ini kita rayakan Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya. Sering juga disebut Pesta Transfigurasi. Kata Transfigurasi berasal dari kata kerja Latin transfigurare. Transfigurare terdiri dari dua kata “trans” yang berarti “seberang”, atau “melewati” atau “melebihi”; dan kata “figura” yang berarti “bentuk” atau “wujud” atau “kondisi”. Transfigurasi berarti suatu proses perubahan bentuk, suatu proses dimana Tuhan berubah bentuk atau penampilan-Nya. Ia mengijinkan kelompok inti para murid, Petrus, Yakobus, Yohanes, untuk melihat ke seberang, memandang kemuliaan Yesus yang sejati.

Peristiwa itu terjadi di sebuah gunung yang tinggi. Tradisi mengatakan bahwa itu terjadi di gunung Tabor. Sebuah bukit kecil, namun untuk ke puncak perlu mendaki. Intinya adalah bahwa penglihatan yang mereka alami hanya terjadi setelah pendakian yang sulit. Dalam kehidupan kita, penderitaan dan kesulitan biasanya membawa visi baru, membuka pandangan baru, dan membawa pemahaman yang lebih dalam. Penderitaan bukanlah sesuatu yang kita nikmati, untuk memastikan, tetapi itu adalah bagian dari pendakian bukit kehidupan. Dalam hidup, tidak jarang kita dibawa pada sisi sulit pendakian, walau kita lebih menyukai sisi yang aman-aman dan nyaman-nyaman saja. Namun pengalaman di sisi pendakian yang sulit sering kali dibutuhkan untuk mendapatkan visi baru.

Di puncak gunung itu, ketika Yesus nampak dalam kemuliaan-Nya, Ia nampak berbicara dengan Musa dan Elia. Musa dan Elia adalah tokoh sejarah, namun juga mewakili Hukum dan Nabi. Dengan kata lain mereka mewakili Kitab Suci. Untuk memberi kita “penglihatan surgawi” Tuhan memberi kita Firman-Nya. Ketika kita bertumbuh dalam pemahaman kita akan Sabda-Nya (Kitab Suci itu bukan pajangan di rak buku), visi kita tumbuh, pemahaman kita semakin dalam dan kita dituntun untuk melihat hidup secara berbeda. Musa dan Elia mejadi pesonifikasi Kitab Suci, memberi visi atau pemahaman baru terhadap apa yang akan dilakukan Kristus dalam perjalanan-Nya yang terakhir ke Yerusalem. Visi dari peristiwa ini adalah Eksodus baru. Sama seperti Musa memimpin orang-orang Israel keluar dari perbudakan di Mesir oleh Darah Anak Domba dan air yang terbelah dari Laut Merah (baptisan), kini Yesus akan memimpin umat-Nya keluar (eksodus) dari perbudakan dosa oleh darah Anak Domba dan air baptisan yang mengalir dari lambung-Nya yang terbelah dan tertikam.

Kitab Suci memberi kita visi, menerangi makna hidup kita. Kitab suci adalah kisah kita. Kitab Suci menunjukkan berulang kali bahwa memberi jalan keluar, meski kita menemui kesulitan hidup. Ingin mendapatkan pandangan baru? Maka “tenggelamkanlah” diri anda dalam Sabda Tuhan.

Sekarang tiba pada penglihatan baru itu! Dengan pendakian dan penderitaan yang sulit, dan dengan “menenggelamkan diri” dalam Sabada-Nya, Allah memberi kita visi baru. Ketika kita melihat kemuliaan-Nya, kita menjadi sepenuhnya terjaga. Begitu besar kemuliaan itu sehingga Petrus, Yakobus, dan Yohanes tidak tahu harus berkata apa! Peristiwa itu tak terlukiskan, tak terkatakan! Tak tahu harus berkata apa, Petrus mengoceh dan menyarankan membangun tenda untuk mengalami kemuliaan itu selama mungkin. Namun Petrus perlu memahami bahwa ini hanyalah penglihatan sementara. Masih ada masalah di depan dan gunung lain yang harus didaki, yakni Golgota. Demikian juga, saat kita mengalami penglihatan kemuliaan Tuhan, saat kita mendapatkan visi yang baru,  kita mesti sadar bahwa ada gunung lain yang harus didaki dan lembah yang lain yang harus diseberangi. Namun penglihatan baru itu, pengalaman akan kemuliaan-Nya, telah membawa semangat baru.

Kini datanglah awan kemuliaan (shekinah) yang menaungi mereka. Penglihatan itu luar biasa, tetapi Tuhan memberikan lebih dari sekadar cahaya terang yang ditunjukkan kepada mereka. Visi yang diberikannya memberi arah dan juga cahaya. Arahannya jelas: Dengarkan Dia, Putra terkasih!

Jika kita mendengarkan Yesus Kristus, kita akan melihat hal-hal yang lebih besar (Yoh. 1:50). Jika kita mengikuti Dia, Dia akan menuntun kita menuju terang dan kita akan melihat semua hal dengan lebih baik. Meski demikian kita perlu sadar, memberikan diri  dipimpin oleh Yesus tidak selalu mudah. Untuk mematuhi perintah Bapa untuk mendengarkan Yesus, mereka harus mengikuti mengikuti Dia ke Yerusalem dan memikul salib. Hanya dengan cara ini mereka akan melihat segala sesuatu dengan cahaya mulia Paskah.

Anda ingin melihat dengan pandangan baru? Mendakilah bersama Yesus. Dia memberi kita visi baru jika kita mendaki bersama Dia. Dia memberi kita visi baru jika kita menenggelamkan diri dalam Sabda-Nya, yang adalah Kitab Suci dan ajaran Gereja. Jika kita memikul salib dan mengikuti Dia melalui sengsara, kematian, dan kebangkitan-Nya, visi yang terbesar ada di depan kita. Selamat Pesta Transfigurasi!

Bacaan hari ini: Dan. 7:9-10,13-14, 2Ptr. 1:16-19Mrk. 9:2-10.

Author

Write A Comment