Tag

Refleksi

Browsing

Di sebuah gereja, ada sebuah papan kecil untuk menulis refren Mazmur Tanggapan, agar umat bisa menjawab dengan baik, setiap kali mengikuti Misa. Suatu hari refren Mazmur Tanggapan berbunyi: “Tuhanlah gembalaku, tak’kan kekurangan aku.” Sebelum misa, seorang misdinar diminta menulis refren itu di papan. Waktu ia menuliskannya, huruf-hurufnya terlalu besar sehingga papan itu tidak cukup. Maka ia melapor kepada Pastor bahwa papannya tidak cukup untuk menulis refren mazmur tanggapan. Pastor menjawab: “Kalau begitu, tulis saja “Tuhanlah…

Setiap tindakan Yesus bebas dan bermakna. Ia bangun dari meja, melepaskan jubahnya, Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu (Yoh 13: 4 – 5). Ia melakukan itu secara sadar. Ada ahli-ahli Kitab Suci yang berpendapat bahwa budakpun tidak akan disuruh untuk membasuh kaki orang lain, misalnya seorang tamu. Budak akan membawa…

Salah satu pengalaman paling menyakitkan dalam hidup adalah pengkhianatan seseorang yang punya relasi erat dengan kita, seseorang yang kita percaya tentang rahasia terdalam kita, harapan, impian, rencana dan diri kita sendiri. Hari ini kita membaca dari Injil tentang Yudas yang mengkhianati Yesus. Apakah Yesus membuat kesalahan dengan memilih Yudas menjadi salah satu murid dan teman dekat-Nya? Apa yang mendorong Yudas membuat keputusan tragis ini? Apa pun alasan Yudas, kebesaran hati Yesus tetap berdiri kokoh ketika…

Hari ini kita rayakan Hari Raya Kabar Sukacita. Biasanya kita rayakan tanggal 25 Maret, tetapi karena besok sudah akan kita rayakan Minggu Palma, maka perayaan ini dimajukan pada hari ini. Dalam perayaan ini kita kenangkan Kabar Malaikat Gabriel kepada St Perawan Maria bahwa ia akan menjadi Ibu Tuhan kita Yesus Kristus, Sabda yang menjadi manusia oleh kuasa Roh Kudus. Dahulu perayaan ini disebut Hari Raya Inkarnasi. Pesta ini berawal sesaat sebelum atau sesudah Konsili Efesus…

Identitas Yesus menjadi pokok permenungan dari Injil hari ini. Dalam Injil Yohanes bab 8 sendiri Yesus menyatakan 4 hal tentang dirinya. Pertama, Ia adalah terang dunia (Yoh 8: 12). Kedua, Ia mengatakan bahwa barang siapa memegang dan menghidupi Sabda-Nya akan hidup dalam kebenaran dan kebenaran itu memerdekakan (Yoh 8: 31-32). Ketiga, Ia berjanji bahwa mereka yang menuruti firman-Nya, tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya (Yoh 8: 51). Keempat, Ia memakai nama ilahi AKU dan menyatakan bahwa…

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa” (Yoh 8: 34). Gambaran yang dipakai oleh Yesus adalah perbudakan. Everyone who commits sin is a slave of sin. Setiap orang yang berbuat dosa adalah hamba dosa. Perbudakan sebagai institusi sosial ada di zaman Yesus. Namun perbudakan dalam arti dasarnya tidak hilang pada zaman kita saat ini. Dimensi yang lebih penting dari perbudakan adalah perbudakan spiritual. Kejahatan dari perbudakan adalah hilangnya kebebasan psikologis…