Tag

Refleksi

Browsing

Pada waktu itu, sesudah mengajar para murid berdoa, Yesus bersabda kepada mereka: “Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti, sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya; masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak…

Dalam hidup, kita sering hanya menginginkan kehendak kita yang terjadi. Jika tidak, maka yang timbul adalah kekecewaan dan kemarahan. Itulah yang terjadi pada Yunus. Ia keras kepala, berpusat pada diri sendiri dan salah jalan. Mengapa demikian? Karena ia ingin melakukan kehendak sendiri dan bukan kehendak Allah. Ketika ia diminta untuk berbubuat kepada orang-orang Niniwe, ia menolak. Ia melarikan diri dari panggilan Allah. Ketika segala sesuatu tidak sesuai dengan keinginannya, ia marah. Ia juga bersikap ekslusif…

Kisah tentang Martha dan Maria dalam Injil, sering ditafsirkan dalam kaitannya dengan perlunya kita mengintefrasikan dimensi kontemplatif dan aktif hidup kita. Namun, saya pernah membaca suatu interpretasi yang berbeda, dan saya rasa cukup menyentuh dan berarti. Bagi saya, interpretasi itu menampakkan secara lebih jelas hati Yesus dan kasih Bapa. “Maria ini duduk dekat kaki Tuhan” (Luk 10: 39). Dalam budaya pada masa Yesus, “duduk di dekat kaki Sang Guru” berarti menjadi murid-Nya. Itu adalah tempat…

“Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain. Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya,” (Mat 21: 33 – 34). Mungkin kita sudah hafal kelanjutan kisah tersebut. Para penggarap itu ternyata memberontak. Utusan-demi utusan dikirim oleh…

Seekor gajah lepas dari kawanannya dan lewat melintasi sebuah jembatan kayu kecil di atas jurang. Jembatan tua itu goyah dan gemeretak, hampir tidak kuat menyangga berat si gajah. Setelah selamat sampai di seberang, seekor lalat yang bertengger pada telinga gajah, berseru dalam perasaan amat puas: “Oh, tahukah kamu, tadi telah kami goncangkan jembatan itu!” Ketujuh puluh murid yang kembali dari perutusan itu begitu gembira dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi…

Obet ingin menunjukkan kehebatan anjingnya kepada temannya. Maka ia mengajak temannya ke pantai. Di pantai, ia melemparkan sepotong kayu ke air laut. Dan lihatlah, mujizat terjadi. Anjingnya berjalan di atas air untuk mengambil kayu itu dan membayanya kepada Obet. Beberapa kali ia lakukan itu. Setiap kali ia melempar kayu itu ke air laut, anjingya berjalan di atas air mengambil kayu itu dan membawanya kepadanya. “Sobat, apa yang kau katakan tentang anjingku?” tanya Obet kepada sahabatnya.…