Tag

Refleksi

Browsing

Saat-saat kita berada di atas, terbang melayang tinggi, saat-saat menggembirakan mempunyai kecenderungan membuat kita lupa bahwa segala-galanya di dunia ini akan berakhir. Saat-saat indah, saat kita meneguk manisnya anggur kesuksesan dan keberhasilan seharusnya membuat kita sungguh-sungguh bersyukur. Sedangkan saat-saat buruk, saat-saat kehilangan dan kesedihan, bencana dan kesulitan, harus membuat kita sadar dan mawas diri. Allah di atas segala-galanya. Percaya sepenuhnya pada-Nya adalah hal kekal yang harus kita miliki sebagai orang-orang yang beriman. Hanya Tuhan yang…

Ada seorang tukang sepatu yang sudah tua. Ia bermimpi bahwa Yesus akan datang mengunjunginya esok hari. Ketika ia bangun dari tidur keesokan harinya, ia membuka jendela rumahnya dan memperhatikan orang-orang yang lewat di depan rumahnya. Ia melihat seorang wanita bersama dengan anaknya. Wanita itu sedang berputus asa dan kehilangan harapan dan berencana hendak bunuh diri. Ia meminta wanita bersama anaknya itu singgah ke rumahnya, kemudian menghibur wanita itu dan sedapat mungkin membantunya. Tak lama kemudian…

Sekitar jam 10 pagi, satu Ibu pergi ke Pasar Wamanggu, cari mobil pangkalan yang akan ke Asiki. Dia mau titip anaknya yang masih kelas 5 SD. Lalu dia berkata kepada sopir,” Sa titip sa pu anak eh,” sambil ia memberikan ongkosnya. Ibu itu sendiri tidak ikut karena masih ada urusan di Merauke. Setelah satu jam perjalanan, anak itu bertanya kepada penumpang di sampingnya, apakah sudah sampai di Ulilin. Penumpang itu menjawab, “Belum.” Seperempat jam kemudian,…

Hanya dua kali tercatat dalam Injil Yesus menangis: pada kematian Lazarus, sahabat-Nya (Yoh 11: 35) dan saat ia mendekati Yerusalem (Luk 19: 41) seperti kita baca dalam Injil hari ini. “Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya kata-Nya: “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu,” (Luk 19: 41 – 42). Ia menangis karena Yerusalem gagal…

Apa perbedaan antara Perumpamaan tentang Talenta dalam Mat 25: 14-30 dengan Perumpamaan tentang Uang Mina dalam Luk 19: 11-28 atau bacaan Injil hari ini? 1 Talenta, adalah ukuran emas atau perak seberat kurang lebih 30 kg, dan sama dengan 6.000 dinar. 1 dinar adalah upah kerja 1 hari. Jadi 1 talenta sama dengan upah kerja 20 tahun. Jadi kalau seorang tuan mempercayakan 1 talenta itu sudah merupakan kepercayaan yang besar sekali. Dengan demikian perumpamaan tentang…

Dalam hidup yang penuh drama, entah alur ceritanya monoton dan membosankan, atau bak drama penuh liku seperti drama Papa Setnov, mereka yang baik dan buruk menjadi satu. Di antara mereka yang makan dan minum, kawin dan dikawinkan, Nuh hidup atas cara yang berbeda – tak terlihat kecuali oleh Allah sendiri. Di antara orang-orang sesat di Sodom dan Gomora, Lot hidup atas cara yang berbeda – sesuatu yang hanya diketahui oleh Allah. Hidup tidak dengan gampang…