Sabda Hidup
Minggu, 22 Januari 2023, Hari Minggu Biasa III Tahun A, Hari Minggu Sabda Allah
Bacaan: Yes. 8:23b-9:3; Mzm. 27:1,4,13-14; 1Kor. 1:10-13,17; Mat. 4:12-23
Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: “Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.” Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”
(Mat 4: 13 – 17)
Bacaan-bacaan hari ini, khususnya Injil, menunjukkan kepada kita bagaimana umat perdana memahami Yesus yang memenuhi penantian Israel. Matius menggambarkan awal karya pelayanan publik Yesus. Dialah sang Terang yang menghalau kegelapan dosa dan membawa kita kepada Terang sejati yakni Allah (Mat 4: 16) dengan mengundang kita pada pertobatan (4: 17).
Bacaan pertama dari Kitab Nabi Yesaya merupakan nubuat yang menunjuk pada Kristus, Terang yang menghalau kegelapan. “Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar,” (Yes 9: 2). Matius menunjukkan bahwa Yesuslah Sang Terang itu, dengan mengutip nubuat Yesaya tersebut. Mazmur tanggapan (Mz 27) menegaskan, “Tuhan adalah terang dan keselamatanku.” Kristuslah Terang dan keselamatan kita. Bacaan kedua dari Surat Paulus yang pertama kepada Jemaat di Korintus untuk hidup sebagai anak-anak terang, dengan membangun persatuan dan persaudaraan, ketimbang perpecahan. “Hendaklah kamu erat bersatu dan sehati sepikir,” kata Paulus. Sedangkan dalam bacaan Injil hari ini, Matius menunjukkan bahwa nubuat Yesaya telah terpenuhi dalam diri Yesus. Dengan undangan-Nya untuk betobat dan hidup dalam Kerajaan Allah, Yesus telah membawa terang bagi orang-orang yang hidup dalam kegelapan. Injil juga menceritarakan bagaimana Yesus memanggil murid-murid pertama-Nya. Ia memanggil orang-orang sederhana, para nelayan, memanggil mereka untuk mewartakan Kabar Baik. Dengan terang Roh Kudus mereka telah menjadi alat Tuhan melanjutkan misi Yesus bagi dunia.
Apa warta Sabda Tuhan hari ini bagi kita?
Bukan hanya para Rasul yang dipanggil oleh Yesus. Setiap dari kita dipanggil oleh Tuhan, baik secara individu maupun bersama sebagai Gereja, untuk menjadi murid-murid-Nya. Panggilan merupakan anugerah istimewa sekaligus juga tanggungjawab. Misi untuk mewartakan Kabar Baik, mengajar dan menyembuhkan yang telah dimulai oleh Yesus, kini telah menjadi tanggungjawab Gereja dan kita masing-masing.
Seperti para rasul, kita pun diutus untuk menjadi penjala-penjala manusia. Setiap orang Kristen menerima panggilan khas untuk mewartakan Kabar Baik cinta, kerahiman, belas kasih, pengampunan dan keselamatan dalam keseharian kita. Dengan itu kita ditantang untuk membangun hidup kita, keluarga kita, rumah kita dan komunitas kita dalam damai dan keadilan, menearanginya dengan Kristus Sang Terang Sejati.
Semoga Ekaristi hari ini, memberi kita kekuatan, ketekunan serta daya tahan untuk menjawab panggilan-Nya. Mari buka hati kita untuk bekerjasama dengan Rahmat-Nya.
Selamat Hari Minggu. Selamat Tahun Baru Imlek untuk sahabat-sahabat yang merayakan. Semoga hari-hari kita senantiasa disinari TERANG SEJATI. JLU!
