Remah Harian

YESUS JANGKAR TERKUAT

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Sabtu 13 April 2024, Sabtu Pekan Paskah II
Bacaan : Kis. 6:1-7Mzm. 33:1-2,4-5,18-19Yoh. 6:16-21.

YOH 6: 20

Perikope Injil hari ini mengisahkan Yesus yang berjalan di atas air, kejadian antara peristiwa penggandaan roti dan pengajaran Yesus tentang “Roti Hidup”. Peristiwa ini adalah suatu teofani – pewahyuan keilahian Yesus – di tengah-tengah pelayanan publik-Nya. Dalam Perjanjian Lama, kuasa atas air hanya dimiliki oleh Allah. Ia menciptakan dunia dari khaos yang dilambangkan dengan air, seperti dikisahkan dalam Kitab Kejadian; Allah jugalah yang membelah air Laut Merah sehingga Israel dapat menyeberang dan memperoleh kemerdekaan.

Pewahyuan keilahian Yesus ini tentu saja menunjuk pada kuasa ilahi yang semakin sempurna dengan kebangkitan-Nya. Merenungkan kisah Yesus dan badai yang membuat laut bergelora dalam Injil hari ini, dalam hubungan dengan Paskah, kita mendapatkan dua poin inspirasi:

  • Jalan mengikuti Yesus adalah menyesuaikan diri kita dengan kehendak Allah. Kekaguman dan sanjungan orang banyak setelah penggandaan roti bisa begitu menggoda. Maka Yesus meminta para rasul untuk mendahului-Nya naik perahu. Sedangkan Dia sendiri, pergi meninggalkan orang banyak ke tempat yang sunyi dan berdoa. Ia berdoa untuk apa? Tentu saja untuk menyatukan diri dengan kehendak Bapa ketika godaan ambisi duniawi mengintai.
  • Yesuslah jangkar terkuat di tengah-tengah badai hidup. Dalam kehidupan pribadi kita, ada badai, ada cuaca buruk yang mengancam, ada kegelapan. Selain itu perahu Petrus secara tradisional menjadi lambang Gereja. Perahu di tengah laut yang bergelora dapat berarti: bahkan Gereja dapat menderita di saat-saat pengejaran dan ketidaksetiaan (seperti dikisahkan dalam bacaan pertama hari ini, Kis 6: 1 – 7). Gereja perdana, yang masih sangat dekat dengan masa Yesus pun telah mengalami tegangan-tegangan, anggota-anggota yang merasa diabaikan pelayanannya, para murid yang terlalu banyak beban dalam pelayanan. Namun, saat-saat badai bergelora dapat menjadi saat memperteguh iman. Kita hanya perlu mencari pegangan pada Yesus melalui doa dan discernment. Yesus selalu beserta kita dan seperti kepada para murid Ia pun berkata kepada kita: “Aku ini, jangan takut!”

Tuhan, begitu sering aku gagal mengenali kehadiran ilahi-Mu dalam hidupku.  Seringkali aku gagal melihat Engkau datang kepadaku.  Tolonglah aku untuk mengenali bahwa Engkau selalu ada.  Bebaskanlah aku dari banyak ketakutan hidup, Tuhan, dan berikanlah aku keberanian untuk menyambut-Mu sepenuhnya ke dalam hidupku. Amin.

Author

Write A Comment