Remah Harian

WARTAKAN SUKACITA

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Kamis, 05 Oktober 2023, Kamis Pekan Biasa XXVI
Bacaan: Neh. 8:1- 4a,5-6,7b-12Mzm. 19:8,9,10,11Luk. 10:1-12.

Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.”

(Luk 10: 1)

Pada bulan November 2013, Paus Fransiskus mengeluarkan Surat Apostolik “Evangelii Gaudium” (Sukacita Injil). Beliau menyebutkan kata “sukacita” sebanyak 59 kali. Hal ini luar biasa karena banyak umat Katolik tidak menemukan sukacita dalam menghidupi iman mereka. Hidup sebagai murid Kristus dianggap “membunuh” sukacita karena banyaknya perintah dan larangan. Tidak heran jika sebagian besar umat Katolik tidak ingin membagikan iman mereka kepada orang lain.

Paus Fransiskus menekankan kata “sukacita,” dengan mengatakan bahwa kita seharusnya menghidupi Kabar Baik. Perikop Injil hari ini mengingatkan kita bahwa kita bukan hanya murid-murid Kristus, tetapi juga para misionaris-Nya. Paus Fransiskus menulis, “Setiap orang Kristen ditantang, di sini dan saat ini, untuk secara aktif terlibat dalam penginjilan; memang, siapa pun yang telah benar-benar mengalami kasih Allah yang menyelamatkan tidak membutuhkan banyak waktu atau pelatihan yang lama untuk pergi keluar dan mewartakan kasih itu. Setiap orang Kristen adalah seorang misionaris sejauh ia telah mengalami kasih Allah di dalam Kristus Yesus: Kita tidak lagi mengatakan bahwa kita adalah “murid” dan “misionaris”, melainkan bahwa kita selalu menjadi “murid-murid misionaris”… Ketidaksempurnaan kita tidak boleh menjadi alasan; sebaliknya, misi adalah sebuah rangsangan yang terus-menerus untuk tidak terperosok ke dalam keadaan yang biasa-biasa saja, tetapi untuk terus bertumbuh.”

Untuk menjadi seorang “murid-misionaris”, seseorang harus “jatuh cinta” kepada Kristus, mengenal Kristus dan cinta serta belas kasih-Nya, serta penuh dengan antusiasme dan sukacita.

Suatu kali, Paus Fransiskus berkata kepada para suster di biara Santa Clara di Asisi, “Saya sangat kecewa ketika saya bertemu dengan para biarawati yang tidak bersukacita, yang nampak tersenyum, tetapi bukan senyum sukacita yang datang dari dalam.”

Hal ini tidak hanya berlaku bagi para biarawati itu tetapi juga bagi kita semua yang dipanggil untuk menjadi murid-murid misionaris seperti ke-72 orang yang diutus Yesus untuk mewartakan Kabar Gembira.

Apakah Anda dipenuhi dengan sukacita karena Anda adalah seorang Kristen? Apakah iman Anda membuat Anda bersukacita?

Tuhan, penuhi kami dengan sukacita-Mu. Kiranya sukacita batin ini menolong kami untuk membagikan Kabar Baik kasih-Mu kepada sesama. Amin.

Author

Write A Comment