Remah Harian

WAJAH TUHAN DALAM SESAMA

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Senin, 27 Februari 2023, Senin Pekan Prapaskah I
Bacaan: Im. 19:1-2,11-18Mzm. 19:8,9,10,15Mat. 25:31-46.

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku,”

(Mat 25: 40)

Bacaan-bacaan Kitab Suci di hari pertama pekan prapaskah yang pertama ini mengundang kita untuk memusatkan diri pada usaha kita membaharui diri: “Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus,” (Im 19: 2). Pembaharuan berarti menapaki jalan yang diberikan oleh Tuhan, yakni, dalam segala hal, kita menjadi seperti Dia. “Kuduslah kamu, sebab Aku Kudus.” Pembaharuan itu menjadi nyata dalam kata, pikiran, tindakan dan dalam cinta kasih. Kasih itu tidaklah harus selalu berupa hal-hal besar. Tuhan mengasihi kita melalui hal-hal biasa seperti sinar matahari, embun yang segar, bunga di taman, dan lain-lain. Kita pun diundang untuk mengasihi melalui tindakan sehari-hari dalam mengasihi sesama.

Dua hal praktis yang perlu kita renungkan dalam mengusahakan pembaharuan:

Pertama, jangan menunda tindakan kasih. Bebicara jujur, berbagi makanan dan minuman dengan yang lapar dan haus, memberi tumpangan kepada orang asing, mengunjungi orang sakit, memberi pakaian yang telanjang; semuanya terjadi dalam keseharian kita. Sangat gampang bagi kita untuk berkata: “Ah, aku sibuk, jangan ganggu aku. Aku tidak punya waktu. Menunda untuk berbuat kasih, sama dengan menolak untuk berbuat kasih. Kasih yang tertunda merupakan kesempatan berbuat kasih yang akan terlewatkan selamanya. Undangan untuk berbuat kasih itu bisa datang di rumah, di tempat kerja, dan di mana saja kita berada.

Kedua, mata iman melihat wajah Tuhan dalam diri setiap orang. Tidak cukuplah bagi kita sekadar memberi bantuan. Kita perlu membantu mereka yang membutuhkan dengan kasih Ilahi, yakni membantu dan melayani mereka yang kita pandang sebagai Tuhan yang ada di tengah-tengah kita. Ibu Teresa pernah mengatakan, “Membantu dan memberi mereka yang miskin tanpa kasih dalam hati kita adalah suatu penghinaan.” Inilah perjuangan kita, melihat wajah Tuhan sendiri dalam diri mereka yang miskin dan berkebutuhan; sebab tidak selalu mereka hadir di hadapan kita sebagai orang-orang yang manis dan menyenangkan.

Author

Write A Comment