Remah Harian

UNTUK APA SAYA MENCARI YESUS?

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Senin, 24 April 2023, Senin Pekan Paskah III
Bacaan: Kis. 6:8-15Mzm. 119:23-24,26-27,29-30Yoh. 6:22-29.

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.”

(Yoh 6: 26 – 27)

Sabda Tuhan ini menukik langsung ke jantung prioritas hidup kita. Untuk apa kita bekerja? Untuk apa membanting tulang? Untuk “makanan yang akan dapat binasa” dan hanya sedikit berusaha untuk “makanan yang bertahan sampai hidup uang kekal”? Atau sebaliknya?

Karena alasan-alasan tertentu kita dapat saja terobsesi dengan pekerjaan bagi “perkara-perkara duniawi”. Dalam perikope Injil hari ini, orang banyak mencari Yesus bukan karena mereka melihat tanda-tanda yang telah dibuat oleh Yesus, tetapi karena Ia telah memberi mereka makan kepada mereka sehari sebelumnya dan kini mereka telah lapar lagi. Mereka mencari makan secara harafiah. Yesus menunjukkan kepada mereka, alasan yang sesungguhnya untuk mencari Dia. Alasan yang sesungguhnya adalah karena Ia ingin memberikan “makanan” bagi kehidupan yang kekal. Apakah makanan itu? Biarlah Tuhan sendiri yang menjawab dalam hati kita.

Ada dua pertanyaan kunci yang dapat kita renungkan agar Ia sendirilah yang memberi jawabnya. Pertama, apa yang saya inginkan dalam hidup. Renungkan, luangkan waktu untuk menjawab pertanyaan itu dengan jujur. Apa kerinduan terdalam hati saya? Jika kita menjawabnya dengan jujur, barangkali kita akan menemukan bahwa ada begitu banyak yang kita inginkan, dan bisa jadi itu bukan yang dikehendaki oleh Tuhan.

Pertanyaan kedua, untuk apa saya mencari Yesus? Ketika kita sakit, kita mencari dokter untuk disembuhkan. Seorang anak, ketika terluka, ia akan mencari orang tuanya untuk merasa aman. Kita juga melakukan hal yang sama. Ketika kita kehilangan arah, kebingungan, kita mencari Tuhan untuk mendapatkan pertolongan. Idealnya, kita mencari Tuhan lebih dari sekadar mencari kesembuhan dan rasa nyaman. Alasan yang sesungguhnya kita mencari-Nya adalah karena kita mengasihi-Nya. Kita mencari-Nya karena kita mengasihi-Nya dan ingin semakin mengasihi-Nya.

Renungkanlah hari ini, apa motivasi Anda mencari Yesus. Mencari-Nya karena membutuhkan-Nya saja? Mencari-Nya untuk mendapatkan sesuatu? Ketika Anda mencari Yesus hanya karena Anda mengasihi-Nya dan ingin mengasihi-Nya lebih lagi, Anda berada di jalan yang benar.

Yesus, bantu aku untuk mencari Engkau. Tolonglah aku untuk mencari Engkau untuk mendapatkan pertolongan dan kesembuhan yang aku butuhkan. Tetapi lebih dari itu, tolonglah aku untuk mencari Engkau karena mengasihi-Mu. Bantulah aku untuk lebih mengasihiMu.

Author

Write A Comment