Remah Harian

TULUS

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Rabu, 21 Juni 2023, Peringatan St. Aloysius Gonzaga
Bacaan: 2Kor. 9: 6-11Mzm. 112:1-2,3-4,9Mat. 6:1-6,16-18

Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.”

(Mat 6: 1)

Kita sering menyalakan lilin saat kita berdoa. Coba perhatikan, saat lilin meleleh, sumbunya mulai terbakar, dan pada awalnya api begitu besar dan tak beraturan, namun memancarkan asap kotor hitam. Nyala api yang tak beraturan berlanjut sampai lebih banyak bagian dari lilin itu meleleh. Hanya saat nyala api menjadi tenang, cahaya lilin terasa nyaman menghantar kita untuk bejumpa dengan Tuhan.

Dalam diri setiap orang ada kebutuhan untuk mendapat perhatian, diakui, dihargai dan diterima. Seperti lilin, setiap orang menginginkan cahayanya bersinar terang untuk dilihat orang lain. Orang merasa bangga bila perbuatan baiknya dilihat dan dipuji orang. Orang merasa senang apabila saat memberi sumbangan dipublikasikan di pelbagai media. Orang akan tersanjung apabila namanya tercantum dalam plakat donator. Petugas liturgi di gereja saja bisa tersinggung apabila lupa diberi ucapan terima kasih saat pengumuman di akhir Ekaristi. Seperti nyala lilin yang mengeluarkan asap hitam.r

Cahaya macam apa yang keluar dari diri kita? Apakah nyala api yang memancarkan asap hitam atau cahaya tenang yang menghantar orang untuk merenungkan atau menjumpai SESEORANG yang lebih besar dari Anda dan saya?

Biarkan terang Kristus bersinar terang: “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil,” (Yoh 3: 30).

Tuhan Yesus, berikanlah kepadaku iman yang hidup, pengharapan yang teguh, amal kasih yang tulus dan sungguh-sungguh, serta kasih besar kepada-Mu. Amin.

Author

Write A Comment