Sabda Hidup
Selasa, 4 Juli 2023, Selasa Pekan Biasa XIII
Bacaan: Kej. 19:15-29; Mzm. 26:2-3,9-10,11-12; Mat. 8:23-27.
Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.” Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.
(Mat 8: 25 – 26)
Dalam Injil hari ini, Yesus sedang berada di sebuah perahu di laut bersama para murid-Nya dan mereka menghadapi badai yang dahsyat dan digulung ombak. Para murid sangat takut mereka akan tenggelam, sehingga mereka membangunkan Yesus yang sedang tidur. Yesus menegur para murid atas ketakutan mereka dan mengatakan kepada mereka untuk tidak takut. Dia menenangkan badai dan para murid pun takjub.
Bagi komunitas Kristen Matius, peristiwa ini mencerminkan kehidupan dan pelayanan umat Allah, Gereja. Sebagai umat Allah, penganiayaan, penderitaan, penolakan, dan penderitaan tidak pernah berhenti. Pekerjaan memberitakan Kabar Baik dan mengundang orang-orang berdosa untuk bertobat masih terus berlanjut. Banyak yang merasa ditinggalkan. Dapatkah Gereja (perahu dalam Injil) mencapai tujuannya?
Para murid sendiri tidak dapat mengarahkan perahu Petrus, Gereja, ke pantai. Tanpa Yesus, ia akan tenggelam. Gereja tidak boleh melepaskan diri dari Tuhan. Ia harus memiliki iman kepada-Nya. Tertidur atau tidak, Yesus memelihara Gereja. Yesus mendirikan Gereja dan memberikan hidupnya. Ekaristi adalah sebuah jaminan akan kehadiran Yesus yang konstan, benar dan nyata.
Keselamatan bukan hanya berjuang untuk kehidupan di bumi tetapi juga untuk kehidupan yang kekal. Kita menggemakan permohonan para murid kepada Yesus, “Tuhan, tolonglah! Tuhan selamatkanlah kami!” Mereka mengartikannya sebagai keselamatan dari tenggelam, kita mengucapkannya memohon keselamatan dari dosa. Dan Yesus pasti mengabulkannya. Dia tidak menolak siapa pun yang mau meninggalkan kejahatan dan dan berbalik kepada-Nya.
Tuhan, apa pun yang akan menimpaku, aku percaya kepada-Mu. Aku tahu Engkau selalu ada dan tidak akan pernah memberi lebih dari yang dapat aku tangani. Yesus, aku percaya kepada-Mu.
