Remah Harian

TUHAN, JANGAN DULU DEH….

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Rabu, 5 Juli 2023, Rabu Pekan Biasa XIII
Bacaan: Kej. 21:5,8-20; Mzm. 34:7-8,10-11,12-13; Mat. 8:28-34.

Keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, merekapun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka.”

(Mat 8: 34)

Bacaan Injil hari ini menarik. Yesus masuk di wilayah Gadara, sebelah timur danau Galilea. Dua orang kerasukan setan keluar dari pekuburan menemui Yesus. Roh-roh jahat itu meminta agar mereka tidak diusir dari wilayah itu, tetapi pindah kepada kawanan babi yang ada di situ dan menyebabkan babi-babi itu terjun ke jurang dan mati di dalam danau. Karena peristiwa itu, “keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, merekapun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka,” (Mat 8: 34). Rupanya mereka lebih memilih babi-babi itu ketimbang kehadiran Yesus. Mereka lebih memilih babi-babi daripada dibebaskan dari kuasa setan.

Mari kita renungkan, barangkali ada area-area tertentu dalam kehidupan kita dimana kita lebih suka Yesus tidak ikut campur di dalamnya? Mungkin kita merasakan pengenalan kita akan Kristus terlalu menuntut? Ia bermaksud untuk memurnikan dan membebaskan kita dari cengkeraman iblis dan kebiasaan kita yang berdosa, tetapi barangkali kita masih lebih suka tawar-menawar dengan-Nya….. Tuhan saya ingin hidup baik dan suci…tapi jangan sekarang…..

Salah satu doa St. Agustinus dalam Confessiones (Pengakuan) berbunyi: “Lord, make me pure, but not yet.” Tuhan, buatlah saya murni, tapi jangan sekarang…. Sepertinya Agustinus mau mengatakan, Tuhan saya ingin jadi suci, saya ingin jadi sempurna, tetapi jangan sekarang deh….. Kita pun sering kali seperti itu. Tuhan, saya ingin berhenti minum dan mabuk, tapi jangan sekarang…. Tuhan saya tahu hubungan saya dengan seseorang tidak baik, saya ingin memutuskannya, tapi jangan sekarang deh…..

St. Agustinus berkata jujur. Ia bukannya enggan untuk berubah, tetapi mengakui bahwa ia sungguh berjuang untuk melepaskan kesenangan daging di masa mudanya.

Semoga kita juga jujur seperti St Agustinus. Kita dengan rendah hati mengakui di hadapan Tuhan bahwa kita berjuang untuk menjadi baik, menjadi murni dan kudus dan bukan  berkompromi dengan dosa.

“Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup,” (Amos 5: 14).

Tuhan Yesus, berilah aku rahmat untuk membuka diri dan menyerahkan diri seluruhnya kepada-Mu.

Author

Write A Comment