Sabda Hidup
Selasa, 12 September 2023, Selasa Pekan Biasa XXIII
Bacaan: Kol. 2:6-15; Mzm. 145:1-2,8-9,10-11; Luk. 6:12-19.
Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.”
(LUK 6: 12)
Jika ada orang yang pernah hidup di dunia ini yang tidak perlu berdoa, Yesuslah orangnya. Ia tidak perlu berdoa karena Ia sendiri adalah Tuhan dan sekaligus manusia. Ia tidak perlu berdoa karena Ia selalu bersatu dengan Tuhan dan Ia adalah Tuhan sendiri.
Akan tetapi perikope Injil kita hari ini dibuka dengan sebuah paradoks. Yesus, yang sungguh-sungguh Tuhan dan sungguh-sungguh manusia dan tak perlu berdoa, pergi ke bukit dan berdoa semalam-malaman. Berulang-ulang Yesus meluangkan waktu untuk sendirian dengan Bapa-Nya dalam doa, khususnya pada saat-saat hendak mengambil keputusan yang penting. Seperti saat ini ia berdoa semalam-malaman sebelum memilih keduabelas rasul, dari antara murid-murid-Nya. Ini adalah saat sangat penting dalam hidup dan pelayanan-Nya. Ia akan mengajar, membentuk, melatih, dan akhirnya akan mengambil risiko untuk mempercayakan misi dan karya-Nya kepada mereka yang tidak sempurna itu. Ia tahu bahwa mereka tidak selalu melakukan yang terbaik, sebab mereka akan mengalami saat-saat jatuh, takut, pengecut dan bahkan lari meninggalkan Dia. Tetapi, Ia tetap percaya kepada mereka dan misi-Nya akan berhasil sesuai dengan waktu Allah. Untuk itu Ia berdoa.
Yesus yang tidak perlu berdoa, ternyata berdoa! Sering kali kebalikannyalah yang terjadi dengan kita. Kita semua perlu berdoa, tetapi tidak berdoa. Ketika kita terlalu sibuk, aktivitas pertama yang kita batalkan dari agenda adalah misa. Ketika sakit kepala, hal pertama yang kita hapus dari kewajiban rutin kita adalah rosario dan membaca Kitab Suci. Saat mengambil keputusan-keputusan penting dalam hidup, kita lupa menyerahkan keputusan itu kepaa Allah dan bersandar pada kemampuan dan kekuatan sendiri. Saat kita mengalami masalah di rumah atau di tempat kerja, hal pertama yang kita katakan adalah, “Besok sajalah saya berdoa.”
Betapa berbedanya kita dengan Tuhan. Tuhan yang tidak perlu berdoa, yang tidak harus berdoa, justru berdoa! Sedangkan kita yang masih membutuhkan doa dengan gampang membuat macam-macam alasan untuk tidak berdoa.
Kita semua perlu berdoa. Semoga Tuhan menyalakan dalam hati kita semangat doa. Meski sering ada macam-macam alasan, meski ada macam-macam rasionalisasi untuk tidak berdoa, mari mohon kepada-Nya agar kita dapat mengatasi semua itu.
Tuhan, nyalakan semangat doa dalam hati kami. Amin.
