Remah Harian

TERPUJILAH TUHAN

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Sabtu, 24 Desember 2022, Hari Biasa Khusus Advent
Bacaan: 2Sam. 7:1-5,8b-12,16Mzm. 89:2-3,4-5,27,29Luk. 1:67-79.

“Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya.”

(Luk 1: 68)

Injil hari ini menampilkan kidung kenabian Zakharia yang dipenuhi oleh Roh Kudus. Zakharia melambungkan kidung pujian pada hari ke-8 setelah kelahiran anaknya, ketika sanak saudara dan tetangga berkumpul untuk upacara penyunatan dan pemberian nama. Meski pada umumnya orang Yahudi percaya bahwa Nabi Elia akan datang kembali untuk mempersiapkan jalan bagi Sang Mesias, Zakharia menubuatkan melalui kidungnya bahwa puteranya sendirilah yang akan mempersiapkan jalan bagi Sang Mesias, yakni Yesus.

Merenungkan nubuat Zakharia, kita dapat menemukan empat tahap yang harus dilalui oleh seorang Kristiani:

1). Persiapan. Hidup kita hendaknya menjadi suatu persiapan yang menghantar kita pada keselamatan kekal, memampukan kita untuk berjalan melalui dan bersama Kristus, satu-satunya Jalan.

2). Pengertian akan keselamatan. Yesus Kristus adalah Tuhan dan Penyelamat kita yang mengajar kita bahwa Allah, Bapa-Nya adalah Bapa Mahapengasih dan Mahapengampun yang menyelamatkan kita melalui Putera-Nya, Yesus.

3). Pengampunan atas dosa-dosa. Relasi kita dengan Allah dipulihkan, terpenuhi melalui penderitaan, wafat dan kebangkitan Kristus.

4). Berjalan dalam damai sejahtera. Damai bukan berarti tiadanya masalah. Damai adalah terpenuhinya segala sesuatu yang dibutuhkan untuk kebaikan tertinggi manusia. Yesus mendirikan dalam Gereja-Nya semua sarana yang dibutuhkan untuk mencapai kebaikan itu. Ia memberi kita Roh Kudus, Kitab Suci, Sakramen-sakramen, dan magisterium ajaran Gereja. Kita juga diberi Bunda Maria dan para Kudus sebagai teladan dan pendamping kita dalam doa dan perjalanan hidup kita.

Seperti yang terjadi pada Zakharia, semoga kita dipenuhi Roh Kudus yang selalu mengurapi dan menguatkan kita. Mari kita bernubuat seperti Zakharia, dengan mewartakan kepada sesama siapa yang menjadi inti Perayaan Natal kita: Yesus Kristus yang lahir dalam diri kita masing-masing. Seorang mistik Jerman, Angelus Silesius berkata, “Kristus dapat dilahirkan seribu kali di Betlehem – tetapi semuanya sia-sia jika Dia tidak lahir di dalam diri saya.”

Author

Write A Comment