Remah Harian

TERBUKA TERHADAP BIMBINGAN ROH

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Rabu 8 Mei 2024, Rabu Pekan Paskah VI
Bacaan: Kis. 17:15,22-18:1Mzm. 148:1-2,11-12b,12c-14a,14bcdYoh. 16:12-15

YOH 16: 12 – 13

Dalam Injil hari ini, Yesus dengan jujur mengatakan kepada para murid-Nya bahwa masih banyak hal yang harus diketahui dan para murid belum dapat menanggungnya. Roh Kebenaran, yang akan diutus oleh Bapa, akan memenuhi kebutuhan tersebut dan akan membantu para murid mengetahui dan memahami seluruh kebenaran.

Kebenaran yang adalah YESUS sendiri, terlalu banyak untuk kita. Yesus menyampaikan pesan-Nya sesederhana mungkin. Dia menggunakan perumpamaan-perumpamaan, peristiwa sehari-hari dan menggunakan hal-hal yang umum untuk menyampaikan pesan-pesan-Nya. Namun, tidak semua hal dapat dipahami oleh pikiran manusia. Pikiran kita terbatas dibandingkan dengan seluruh kebenaran. Kita membutuhkan pertolongan Allah. Roh Kudus akan menuntun kita melaluinya dan menolong kita untuk memahami pesan tersebut.

Analogi ini mungkin dapat membantu kita. Anak-anak, yang biasanya ingin tahu tentang hal-hal di sekitar mereka, mengajukan banyak pertanyaan kepada orang tua mereka. Orang tua akan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut sebaik mungkin dengan cara yang dapat dimengerti oleh anak-anak. Namun, ada kalanya jawaban yang paling baik dan gamblang sekalipun belum dapat dipahami oleh anak-anak. Hal ini dikarenakan jawaban yang diberikan terlalu berat atau di luar kemampuan anak. Demikian juga dengan hubungan kita dengan Tuhan. Kebenaran dan pesan-pesan Tuhan, dan Tuhan sendiri, terlalu berat bagi kita. Bahkan, jika kita mampu menggunakan seluruh kecerdasan kita, itu pun tidak mencukupi. Dalam situasi inilah Roh Kudus menjadi relevan bagi kita. Roh Kudus menuntun, menerangi, dan menolong kita untuk memahami wahyu Allah.

Hal ini menunjukkan bahwa kita harus rendah hati. Kita bukanlah orang-orang yang serba tahu di hadapan Tuhan, tidak peduli seberapa pintarnya kita. Karena, pada kenyataannya, kebenaran itu lebih besar daripada apa yang dapat dipahami oleh pikiran kita bahkan jika kita dapat menggunakannya 100%. Pada saat yang sama, hal ini membuat kita sadar akan keberadaan kita sebagai makhluk ciptaan. Sang Pencipta jauh lebih besar daripada ciptaan-Nya. Kita tidak bisa terlepas dari Tuhan. Kita bergantung pada-Nya dan harus selalu terhubung dengan-Nya.

Keterbukaan harus selalu menjadi sikap kita di hadapan Tuhan. Ketika kita terbuka, kita akan menerima banyak hal. Ketika kita terbuka kepada Tuhan, banyak hal yang bersifat ilahi akan masuk ke dalam diri kita. Roh Kudus akan menolong kita untuk terbuka. Keterbukaan kepada Tuhan berarti rendah hati.

Kisah pendek pertobatan St. Agustinus ini mungkin dapat memberi inspirasi:

Suatu hari Agustinus berjalan ditepi pantai sambil memikirkan dan berusaha memahami tentang Tuhan. Di bibir pantai ia melihat seorang anak kecil berusaha memindahkan air dari laut kedalam sebuah lubang kecil dipasir. “Apa yang sedang kau lakukan?” tanya Agustinus pada anak kecil itu. Anak itu menjawab “Saya sedang menggali lubang untuk mengisi semua air laut ke dalamnya!”. Agustinus tertawa dan berkata, “Bagaimana mungkin air laut yang begitu banyak dapat diisi ke dalam lubang sekecil itu?” Anak kecil yang sebenarnya adalah malaikat itu menatap Agustinus lalu berkata : “Dapatkah otak manusia yang kecil itu memahami Tuhan Sang pencipta alam semesta ini? ” Agustinus seketika tersadarkan dan sejak saat itu ia memulai hidup baru.

Roh Kudus, datanglah dan penuhilahlah hidupku dengan kuasa-Mu. Ajarilah aku dan bimbinglah aku ke dalam seluruh Kebenaran dan penuhi aku dengan semangat kerendahan hati. Amin.Selamat pagi. Selamat beraktivitas hari ini, dalam tuntunan Roh-Nya.

Author

Write A Comment