Sabda Hidup
Senin, 13 November 2023, Senin Pekan Biasa XXXII
Bacaan: Keb. 1:1-7; Mzm. 139:1-3,4-6,7-8,9-10; Luk. 17:1-6.
Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini.”
(Luk 17: 1 – 2)
Perikope Injil hari ini nampaknya merupakan kompilasi dari beberapa pengajaran Yesus dalam pelbagai kesempatan. Yesus memberikan dua peringatan. Pertama, hendaknya kita tidak menjadi skandal (penyesatan) bagi siapapun. Kedua, kita diminta untuk mengampuni tanpa syarat. Yesus juga menekankan perlunya iman akan kuasa Tuhan.
Skandal. Secara harafiah, skandal, dari kata “scandalum” (Yunani: scandalon), yang berarti batu sandungan. Katekismus mendefinisikannya sebagai perkataan, tindakan, atau kelalaian yang menyebabkan timbulnya dosa bagi orang lain. Menjadi skandal bagi anak-anak dan orang beriman yang baru, atau mereka yang lemah adalah dosa yang berat sebab akan menyebabkan rantai reaksi dosa selama bertahun-tahun, mempengaruhi banyak orang, merenggut rahmat hidup dari para korban. Itulah sebabnya Yesus mengatakan, lebih baik batu kilangan digantungkan pada leher si pelaku dan dilemparkan ke laut daripada menyesatkan mereka yang lemah.
Perlunya mengampuni. Yesus memerintahkan para pengikut-Nya untuk mengampuni saudara-saudarinya yang bersalah, sesering apapun mereka menyesal. Selanjutnya, kita perlu memberikan koreksi persaudaraan kepada kepada mereka yang bersalah dengan kasih, tanpa mempermalukannya atau menyinggung perasaannya. Pada saat yang sama, kita hendaknya berlaku adil. Pengampunan yang tulus membuat kita melupakan pelanggaran tertentu dan mengulurkan tangan persahabatan, yang pada gilirannya membantu pelaku untuk bertobat. Yesus mengakhiri instruksi-Nya dengan mengingatkan para pengikut-Nya bahwa menghindari skandal dan mengampuni para pelanggar hanya mungkin jika mereka memiliki iman yang percaya kepada Allah yang memungkinkan Dia melakukan mujizat dalam hidup mereka.
Semoga dalam kehidupan kita, kita tidak menjadi batu sandungan yang membuat orang lain jatuh dalam dosa. Mari mohon agar Tuhan meluaskan hati kita untuk mengampuni sesama tanpa syarat.
Tolonglah saya, Tuhan Yesus, untuk selalu menyadari tanggung jawab saya kepada-Mu atas orang-orang di sekitar saya dan yang saya layani. Amin.
