Sabda Hidup
Rabu, 25 Oktober 2023, Rabu Pekan Biasa XXIX
Bacaan: Rm. Rm. 6:12-18; Mzm. 124:1-3,4-6,7-8; Luk. 12:39-48.
Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan.”
(Luk 12: 40)
Sabda Tuhan dalam Kitab Suci hari ini memberikan kita sebuah undangan. Dapat dikatakan bahwa Yesus datang kepada kita pada saat yang tidak terduga dalam dua cara.
Pertama, kita tahu bahwa Dia akan datang kembali suatu hari nanti dalam kemuliaan untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati. Kita mengatakannya dalam Credo kita. Kedatangan-Nya yang kedua kali adalah nyata dan kita harus menyadari fakta bahwa hal itu dapat terjadi kapan saja. Memang, itu mungkin tidak akan terjadi selama bertahun-tahun, atau bahkan ratusan tahun, tetapi itu akan terjadi. Akan ada satu saat ketika dunia seperti sekarang ini akan berakhir dan tatanan baru akan didirikan. Idealnya, kita hidup setiap hari untuk mengantisipasi hari dan saat itu. Kita harus hidup sedemikian rupa sehingga kita selalu siap untuk menghadapi saat itu.
Kedua, kita menyadari bahwa Yesus datang kepada kita, secara terus-menerus, dengan kasih karunia. Secara tradisional, kita berbicara tentang dua kedatangan-Nya: 1) Inkarnasi-Nya, dan 2) kedatangan-Nya kembali dalam kemuliaan. Tetapi ada kedatangan-Nya yang ketiga yang dapat kita sebut, yaitu kedatangan-Nya melalui kasih karunia ke dalam hidup kita. Dan kedatangan ini sangat nyata serta harus menjadi sesuatu yang terus kita perhatikan. Kedatangan-Nya melalui kasih karunia mengharuskan kita untuk senantiasa “siap” untuk bertemu dengan-Nya. Jika kita tidak siap, dapat dipastikan kita akan melewatkan-Nya. Bagaimana kita mempersiapkan diri untuk kedatangan-Nya yang penuh kasih karunia ini? Kita mempersiapkan diri pertama-tama dan terutama dengan memupuk kehidupan doa batiniah setiap hari. Itu berarti berarti bahwa kita selalu berdoa. Ini berarti bahwa apa pun yang kita lakukan setiap hari, pikiran dan hati kita selalu diarahkan kepada Allah. Doa harus menjadi seperti nafas kita. Kita selalu melakukannya tanpa harus memikirkannya. Doa harus menjadi pusat dari diri kita dan bagaimana kita hidup.
Renungkanlah hari ini tentang kehidupan doa Anda. Ketahuilah bahwa saat-saat yang Anda persembahkan secara khusus untuk berdoa setiap hari sangat penting bagi kekudusan dan hubungan Anda dengan Tuhan. Dan ketahuilah bahwa saat-saat itu harus membantu membangun kebiasaan untuk selalu memperhatikan Tuhan. Bersiap-sedia dengan cara ini akan memungkinkan Anda untuk bertemu dengan Kristus setiap saat dan kapan saja Dia datang kepada Anda dengan kasih karunia.
“Pujilah Tuhan Allah setiap waktu dan mintalah kepada-Nya, supaya segala jalan hidupmu menjadi lurus dan supaya segala usaha serta rencanamu berhasil baik,” (Tobit 4: 19).
Tuhan, tolonglah aku untuk menumbuhkan di dalam batinku kehidupan doa. Tolonglah aku untuk selalu mencari Engkau dan selalu siap sedia ketika Engkau datang. Amin.
