Remah Harian

SHALOM

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Selasa, 4 Mei 2021, Selasa Pekan Paskah V

“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”

(Yoh 14: 27)

Dalam Injil hari ini, Yesus mendefinisikan Damai. Damai-Nya berbeda dengan Damai yang diberikan dunia. “Shalom” lebih dari sekedar tiadanya kebisingan, gangguan dan kesulitan. Shalom adalah memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan. Ini adalah kondisi keselamatan jika bukan keselamatan itu sendiri. Tidak heran hanya Yesus yang dapat memberikannya dan dunia, dengan segala kekayaannya, hanya dapat memimpikannya.

Damai adalah salam Yesus ketika Dia menampakkan diri setelah kebangkitan-Nya. Yang Ia maksudkan ialah pengampunan bagi semua orang yang telah berdosa dan meragukan Dia. Itu juga dimaksudkan sebagai undangan bagi semua orang menuju keselamatan. Akhirnya, itu adalah ajakan untuk percaya dan tidak ragu lagi. Damai adalah dasar dari iman.

Damai akhirnya menghantar kita untuk tinggal bersama dengan Tuhan. Ketika kita akhirnya menerima undangan-Nya untuk datang kepada-Nya dan membiarkan Dia berbagi jatuh-bangun dan segala beban kita, kita membiarkan Dia memiliki hidup kita sepenuhnya. Kita berserah bukan karena kita dipaksa atau tidak berdaya, tetapi karena kita tahu betul bahwa dalam Dialah sukacita dan ketenangan yang sempurna.

Kebahagiaan dan kepenuhan dalam hidup adalah tanda-tanda adanya Damai. Itulah yang kita rindukan. Tanpa Damai, kita merasa kosong. Kita gelisah karenanya.

Syukur kepada Tuhan, Damai itu selalu ditawarkan kepada kita. Kita akan menikmatinya jika kita menerima dan menghidupinya.

Apakah saya bukan hanya pencinta damai, tetapi juga pencipta dan pembawa damai?

Bacaan hari ini: Kis. 14:19-28Mzm. 145:10-11,12-13ab,21Yoh. 14:27-31a.

Author

Write A Comment