Sabda Hidup
Sabtu, 16 Maret 2024, Sabtu Pekan Prapaskah IV
Bacaan: Yer. 11:18-20; Mzm. 7:2-3,9bc-10,11-12; Yoh. 7:40-53.
Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataan itu, berkata: “Dia ini benar-benar nabi yang akan datang.”
YOH 7: 40
Perikope Injil hari ini menunjukkan betapa memuakkannya kesombongan para imam dan orang Farisi. Mereka tampaknya yakin bahwa hanya mereka yang cukup terpelajar untuk memahami kebenaran wahyu ilahi. Dengan sikap angkuh dan meremehkan, para pemimpin Yahudi ini berkomentar tentang orang-orang Yahudi kebanyakan, orang-orang sederhana yang percaya kepada Yesus: “Tetapi orang banyak ini yang tidak mengenal hukum Taurat, terkutuklah mereka!”
Sering kali, karya Roh Allah lebih hidup di dalam hati dan pikiran orang-orang sederhana. Spontanitas dan transparansi mereka, keterbukaan dan kerentanan mereka, cara-cara mereka yang sederhana dan ketidakpedulian mereka terhadap kekuasaan, kebaikan dan religiusitas mereka yang alami, serta belas kasih dan niat baik mereka sering membuat orang-orang sederhana itu lebih mudah menerima dan selaras dengan Tuhan.
Para Bapa Konsili dalam Konsili Vatikan II merefleksikan hal ini dan menegaskan: “Keseluruhan kaum beriman, yang telah diurapi oleh Yang Kudus tidak dapat sesat dalam beriman; dan sifat mereka yang istimewa itu mereka tampilkan melalui cita rasa iman adikodrati segenap umat, bila dari Uskup hingga para awam beriman yang terkecil…. Mereka secara keseluruhan menyatakan kesepakatan mereka tentang perkara-perkara iman dan kesusilaan. Sebab dibawah bimbingan wewenang mengajar yang suci, yang dipatuhi dengan setia, Umat Allah sudah tidak menerima perkataan manusia lagi, melainkan sesungguhnya menerima sabda Allah,” (Lumen Gentium no. 12).
Allah tidak hanya bekerja di dalam pribadi para pemimpin yang ditahbiskan dan diangkat. Roh Allah juga tidak hanya bekerja dalam diri mereka yang terpelajar. Dia juga bekerja dalam akal sehat dan cita rasa iman (sensus fidelium) seluruh umat!
Apakah anda mau mendengarkan dan belajar? Dapatkah anda mengingat suatu peristiwa ketika Roh Allah bekerja dalam inspirasi, inisiatif dan dorongan umat, dari orang-orang biasa di komunitas atau lingkungan atau paroki anda?
Tuhan, berilah aku hati yang terbuka dan rendah hati agar aku dapat mendengar Engkau melalui orang-orang sederhana. Amin.
