Remah Harian

SEBAGAIMANA BAPA, DEMIKIAN JUGA ANAK

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Rabu, 13 Maret 2024, Rabu Pekan Prapaskah IV
Bacaan: Yes. 49:8-15Mzm. 145:8-9,13cd-14,17-18Yoh. 5:17-30.

YOH 5: 17

Melalui mukjizat-mukjizat-Nya, khususnya mukjizat-Nya pada hari Sabat, Yesus mengubah pemahaman umum bahwa karya penciptaan Allah mencapai puncaknya pada hari keenam dan beristirahat pada hari ketujuh. Dengan menentang pemahaman umum tentang hari Sabat, Yesus menantang upaya para pemimpin agama untuk membatasi belas kasih Allah yang menyelamatkan. Sabat perlu dipahami sebagai perayaan sukacita atas semua karya agung yang telah Allah lakukan dan kerinduan yang penuh pengharapan akan apa yang akan terjadi.

Yesus menyembuhkan seorang yang cacat dan menguatkan pengalaman hidupnya, dan penyembuhannya merupakan cerminan dari kasih karunia Allah yang memberi kehidupan. Yesus memperkenalkan kepada kita wajah Allah yang sesungguhnya sebagai Allah yang memberi kehidupan, bahkan pada hari Sabat. Hal ini bertentangan dengan ajaran para ahli agama yang percaya bahwa Allah adalah pemberi perintah yang ketat yang akan menghukum orang-orang yang tidak mematuhi prinsip-prinsip agama. Yesus ingin meluruskan kesalahpahaman ini.

Bacaan pertama dari kitab Yesaya dan Injil Yohanes mengungkapkan sifat Allah yang sebenarnya. Melalui Yesaya, Allah berbicara sebagai seorang Ibu – yang menyusui kita, menghibur, mengasihani, dan tidak akan pernah melupakan kita. “Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau,” (Yes 49: 11). Cinta-Nya kepada kita membuat Ia tidak akan melupakan kita, senantiasa bekerja, senantiasa terlibat dalam keseharian kita.

Namun, Allah yang senantiasa bekerja itu juga memanggil kita untuk menjadi partner kerja-Nya. “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak,” (Yoh 5: 19). Apa yang kita amati di dalam Yesus adalah apa yang dia bagikan dan pelajari dari Bapa-Nya. Oleh karena itu setiap anak Bapa dipanggil untuk menjadi aktif seperti Yesus.

Mari jangan biarkan Allah bekerja sendiri, agar taman kehidupan kita tetap indah dengan bunga-bunga kasih dan tidak menjadi taman kejahatan yang rimbun.

Bapa, terima kasih untuk hari ini dan untuk semua yang akan datang.

Author

Write A Comment