Remah Harian

SAKSI ORI ATAU KW?

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Kamis, 23 Maret 2023, Kamis Pekan Prapaskah IV
Bacaan: Kel. 32:7-14Mzm. 106:19-20,21-22,23Yoh. 5:31-47.

“Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar; ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar,”

(Yoh 5: 31 – 32)

Sejak penyembuhan orang lumpuh pada hari Sabat, permusuhan dan pertentangan terhadap Yesus dari para pemimpin Yahudi semakin meningkat. Namun Yesus Yesus tidak berusaha untuk memberikan kesaksian tentang diri-Nya sendiri. “Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar,” (Yoh 5: 31). Dalam tradisi Yahudi kesaksian tentang diri sendiri tidak dapat diterima, namun saksi-saksi sangat diperlukan untuk membuktikan kebenaran. Dia mengajukan empat saksi lain: Yohanes Pembaptis, pekerjaan yang dilakukan-Nya, Bapa, dan Kitab Suci.

Saksi yang pertama adalah Yohanes Pembaptis, sebab Yohanes secara publik menunjuk kepada Yesus sebagai Messias dan berulang kali memberikan kesaksian tentang Dia (Yoh 1: 19,20,26,29,35,36). Saksi yang kedua adalah pekerjaan uang dilakukan-Nya, sebab melalui karya-Nya kuasa Allah Bapa menjadi nyata. Yang ketiga, Allah Bapa sendiri adalah saksi. “Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat,” (Yoh 5: 37). Dan saksi yang keempat adalah Kitab Suci, termasuk 5 kitab Musa, yang menunjuk kepada-Nya sebagai Sang Juruselamat terjanji. Walau demikian, Yesus masih tetap berhadapan dengan orang-orang yang masih saja “tegar tengkuk” di hadapan Allah. Ia berhadapan dengan satu halangan besar untuk rahmat-Nya: penolakan manusia. Yesus berhadapan dengan orang-orang Farisi dan para Ahli Taurat yang begitu fokus pada diri mereka sendiri dan menjadi buta terhadap Tuhan. Mereka begitu asyik dengan posisi mereka sendiri sebagai penguasa dan penafsir hukum sehingga mereka menjadi keras dan tidak dapat mengerti firman Tuhan. Kebanggaan mereka membuat mereka tuli terhadap suara Tuhan.

Yesus dapat menambahkan ke dalam daftar saksi-saksi itu saksi yang kelima, jika Ia berbicara kepada kita: “Tetapi kamu, bagaimana kamu memberikan kesaksian atas nama-Ku? Bagaimana kehidupanmu menunjukkan bahwa kamu adalah utusan-utusan-Ku? “

Masa Prapaskah memanggil kita untuk memeriksa hidup kita. Bagaimana kita menjadi saksi yang kredibel dan otentik? Ada saat-saat ketika kata-kata yang kita ucapkan tidak diperlukan. Sebaliknya, tindakan kita serta kualitas hubungan kita dengan diri kita sendiri, dengan orang lain dan dengan ciptaan dapat menggambarkan dengan lebih jelas siapa YESUS yang tinggal di dalam diri kita.

Ketika heboh para pejabat yang mempunyai kekayaan fantastis, para istri dan anak yang terciduk pamer barang-barang bermerek dan mahal di media sosial menjadi sasaran para netizen. Khawatir diciduk oleh lembaga anti rasuah ada pejabat yang berkomentar kalau barang yang dipakai istri atau anaknya itu KW. Bicara tentang original dan KW, bukan hanya barang-barang mewah yang punya label original atau KW. Ada juga murid-murid Kristus original dan KW. Tentu murid-murid yang original yang dapat memberikan kesaksian otentik tentang Yesus. Apakah Anda dapat memberikan kesaksian yang otentik tentang Yesus melalui hidup anda? Anda pengikut Yesus yang original atau KW?

Tuhan, aku berdoa agar aku dapat menjadi saksi kasih yang mengalir dari Hati-Mu. Berilah aku rahmat untuk menjadi otentik, tulus dan ikhlas. Tolonglah aku untuk menjadi alat yang murni dari Hati-Mu yang penuh belas kasihan sehingga semua tindak-tandukku akan menjadi kesaksian akan belas kasihan-Mu. Yesus, kupercayakan hidupku pada-Mu.

Author

Write A Comment