Remah Harian

SAHABAT-SAHABAT YESUS

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Sabtu, 29 Juli 2023, Peringatan St. Marta, Maria dan Lazarus
Bacaan: 1 Yoh. 4:7-16Mzm. 34:2-3,4-5,6-7,8-9,10-11Yoh. 11:19-27 atau Luk. 10:38-42.

Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta.”

(Yoh 11: 1)

Tanggal 29 Juli biasanya kita peringati St. Marta, saudari Maria dan Lazarus. Akan tetapi pada tanggal 2 Februari 2021, Paus Fransiskus menetapkan bahwa kita tidak hanya memperingati St. Marta, melainkan juga saudara-saudarinya, Maria dan Lazarus. Mereka adalah sahabat-sahabat Yesus. Mereka tinggal di Betania, kurang dari 3 km dari Yerusalem jaraknya. Yesus seringkali mengunjungi rumah mereka setiap kali Ia bersama murid-murid-Nya pergi ke Yerusalem untuk perayaan-perayaan agama Yahudi dan Marta melayani mereka. Salah satu kunjungan Yesus adalah ketika Yesus memuji Maria yang duduk di kaki-Nya dan mendengarkan-Nya serta menegur Marta yang risau dengan banyak hal.

Marta digambarkan sebagai seorang perempuan yang aktif dan dinamis, yang meskipun merasa sedih akan kematian saudaranya, percaya bahwa Yesuslah Tuhan atas hidup dan mati dan menyatakannya dengan pengakuan imannya akan Tuhan dan Mesias. Maria yang juga diperingati hari ini digambarkan sebagai seorang yang tekun mendengarkan Sabda Tuhan dan menerapkannya dalam hidupnya. Ada yang berpendapat bahwa Maria saudara Lazarus, Maria dari Magdala, dan seorang yang berdosa, yang mengurapi kaki Yesus di rumah seorang Farisi bernama Simon, adalah orang yang sama. Namun, Paus Fransiskus mendukung pendapat para ahli Kitab Suci modern bahwa ketiganya (Maria saudari Lazarus, Maria dari Magdala, dan perempuan berdosa yang mengurapi kaki Yesus) adalah orang yang berbeda. Lazarus disertakan dalam peringatan hari ini karena kesaksiannya yang berani setelah dibangkitkan dari mati oleh Yesus, meskipun orang-orang Farisi mengancam untuk menangkapnya.

Dalam penetapan peringatan ini, Kongregasi Ibadat Ilahi berkata, “Dalam rumah di Betania, Yesus, Tuhan, mengalami kekeluargaan dan persahabatan dari Marta, Maria dan Lazarus, dan karenanya Injil Yohanes mengatakan bahwa Ia sangat mengasihi mereka.”

Apa warta peringatan hari ini bagi hidup kita? Pertama, marilah kita mengundang Yesus dalam keluarga kita masing-masing, dengan mempersembahkan keluarga kita pada Hati Kudus-Nya agar Ia sungguh meraja dalam hidup kita. Kedua, kita semua membutuhkan baik Marta-Marta maupun Maria-Maria dalam Gereja kita – mereka yang aktif dan mereka yang kontemplatif. Bagaimana Gereja akan bertahan jika tidak ada mereka yang aktif dalam kegiatan-kegiatan dan pelayanan seperti koor, mengajar sekolah Minggu, menghias altar, melayani orang miskin dan sebagainya? Demikian juga dalam keluarga. Kita membutuhkan orang-orang yang memasak, membersihkan rumah, mengerjakan ini dan itu. Pun pula bidang-bidang kehidupan yang lain. Ketiga, kita tidak boleh juga lalai untuk mendengarkan Allah melalui Sabda dan menyediakan waktu untuk berwawan-hati dengan-Nya dalam doa. Baik pelayanan aktif maupun hidup kontemplatif merupakan bagian penting dari kehidupan kita.

Paus Fransiskus pernah berkata:

“Our families need to ask for the gift of the Spirit! Through prayer, even in the busiest times, we give time back to God, we find the peace that comes from appreciating the important things, and we encounter the joy of God’s unexpected gifts. Through daily prayer may our homes become, like the house of Martha, Mary, and Lazarus, places where Jesus always finds a warm welcome.”

Perlulah keluarga-keluarga kita memohon karunia Roh Kudus! Melalui doa, bahkan pada saat sesibuk apapun, kita mengembalikan waktu kita kepada Allah, kita menemukan damai yang datang dari penghargaan kita pada hal-hal penting, dan kita menemukan sukacita karunia-karunia Allah yang tak terduga. Melalui doa setiap hari semoga rumah-rumah kita menjadi seperti rumah Marta, Maria dan Lazarus, menjadi tempat-tempat di mana Yesus disambut dengan hangat.

Sabda Yesus jelas bagi kita: “Berbahagialah mereka yang mendengarkan Sabda Tuhan dan melaksanakannya.” Mari kita menjadi sahabat-sahabat Yesus yang sejati, yang mendengarkan dan melaksanakan sabda-Nya.

Author

Write A Comment