Remah Harian

SAHABAT-SAHABAT SEJATI

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Senin, 11 Desember 2023, Senin Pekan Advent II
Bacaan: Yes. 35:1-10Mzm. 85:9ab-10,11-12,13-14Luk. 5:17-26.

(Luk 5: 18 – 19)

Salah seorang sahabat saya, suatu kali membagikan pengalaman hidupnya sebagai berikut: “Dalam sejarah hidup saya, saya pernah menjadi seorang yang biasa tidur di jalan karena terlalu banyak minum.  Saya sangat mabuk sampai-sampai saya tidak bisa menemukan jalan pulang. Pada saat itu, ayah saya akan pergi ke kamar saya di tengah malam untuk memeriksa dan melihat apakah saya ada di rumah. Jika dia tidak melihat saya di tempat tidur, dia akan mengambil senter dan berkeliling di sekitar desa kami sampai dia menemukan saya tertelungkup di semak-semak, atau kebun tetangga, atau di pinggir jalan. Hari-hari itu sangat mengerikan bagi saya dan keluarga saya. Saya seperti orang lumpuh yang tidak bisa bergerak sama sekali karena kecanduan.”

“Tetapi Tuhan itu baik. Karena di tengah-tengah apa yang saya sebut kelumpuhan, ada orang-orang yang tidak pernah menyerah melihat kondisi saya. Seperti sahabat-sahabat yang mengusung orang lumpuh yang melakukaan segala yang mereka bisa untuk membawa sahabatnya yang lumpuh itu kepada Yesus, ada orang-orang yang membawa saya lebih dekat kepada Yesus. Saya memiliki ayah dan keluarga saya yang tidak pernah menyerah terhadap kondisi saya. Terbukti, mereka tidak pernah gagal membawa saya pulang.”

Banyak dari kita lumpuh dalam hidup. Kita lumpuh atas pelbagai macam cara. Ada yang memang lumpuh secara fisik, terbatas dalam gerak dan tergantung pada mereka yang merawat kita. Namun ada juga yang lumpuh karena masa lalu kita. Kita lumpuh karena terbebani oleh kesalahan yang telah dibuat. Kita juga lumpuh karena tidak dapat melepaskan pengalaman-pengalaman buruk di masa lalu dalam hidup kita. Kita lumpuh karena tidak dapat mengampuni mereka yang telah menyakiti kita. Setiap kali teringat akan rasa sakit dan terluka itu, kita tak berdaya.

Saat kita merasa lumpuh dan terlalu lemah untuk bangkit, janganlah tawar hati sebab Tuhan menegaskan bahwa Ia datang untuk menyelamatkan kita. Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah…. “Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!” (Yes 35: 3 – 4). Berulang kali Tuhan meneguhkan kita. “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.” (Ul 31: 6).

Di saat-saat kita mengalami kelumpuhan seperti itu, betapa berarti kehadiran sahabat-sahabat yang menguatkan kita, mendorong, menopang, dan yang paling utama mengantar kita kepada Yesus untuk disembuhkan, baik secara fisik maupun rohani. Iman sahabat-sahabatnya, membuahkan kesembuhan fisik dan rohani orang yang lumpuh, seperti dikisahkan dalam Injil hari ini. Iman yang mendorong mereka membawa si lumpuh kepada Yesus, dengan segala upaya mengatasi segala rintangan. Seperti orang yang lumpuh itu membutuhkan empat orang sahabat yang “gila” untuk membawanya kepada Yesus, kita masing-masing membutuhkan sahabat-sahabat “gila” itu saat kita lumpuh. Kita bersyukur untuk sahabat-sahabat sejati seperti itu saat kita lumpuh, dan berusaha menjadi sahabat-sahabat sejati ketika orang lain mengalami kelumpuhan.

Ingatlah sahabat-sahabat sejati yang membawa kita kepada Yesus saat kita lumpuh. Bersyukurlah kepada Tuhan atas sahabat-sahabat sejati itu. Dan semoga saat orang lain mengalami kelumpuhan, kitalah sahabat-sahabat sejati bagi mereka.

Siapakah orang-orang dalam hidup Anda yang membawa Anda lebih dekat kepada Yesus?  Bersyukurlah dan lakukan hal yang sama untuk orang lain. 

Bapa, terima kasih karena Engkau tidak pernah meninggalkan kami. Terima kasih karena Engkau telah mengirimkan orang-orang dan peristiwa yang membawa kami kembali kepada-Mu. Saat kami pulang ke hadirat-Mu, tolonglah kami untuk melakukan hal yang sama bagi orang lain. Amin.

Author

Write A Comment