Sabda Hidup
Rabu, 3 Januari 2024, Rabu Hari Biasa Masa Natal
Bacaan: 1Yoh. 2:29-3:6; Mzm. 98:1,3cd-4,5-6; Yoh. 1:29-34.
Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.”
(Yoh 1: 29 – 30)
Apakah Anda selalu mendambakan perhatian dan pengakuan?
Diakui atau tidak, ada kalanya kita tenggelam dalam diri kita sendiri dan ingin sekali diakui. Ini adalah salah satu kelemahan manusiawi kita untuk mengangkat diri kita sendiri di panggung kemasyhuran, terutama ketika kita mendapatkan sesuatu untuk diri kita sendiri. Atau ketika ada kesempatan bagi kita untuk diakui, kita segera menyambar kesempatan sekejap itu.
Bahkan ada beberapa orang yang berubah seiring berjalannya waktu; misalnya dalam pertemanan ada yang seperti kondisi cuaca. Mereka sering berubah seiring dengan bertambahnya kekayaan dan naiknya status hidup menjadi lebih tinggi. Namun, kita sering lupa bahwa apa pun yang kita miliki saat ini hanya bersifat sementara. Suatu hari nanti, atau bahkan lebih cepat dari yang kita duga, apa yang kita miliki sekarang mungkin akan diambil dari kita dan kita tidak akan memiliki apa-apa lagi.
Jadi marilah kita tetap menjejakkan kaki di bumi, marilah kita senantiasa mengikuti jalan Yohanes Pembaptis yang rendah hati. Ketika Yohanes ditanya oleh imam dan orang-orang Lewi untuk memastikan apakah dia adalah mesias, dia berkata: “Aku bukanlah Mesias” (Yohanes 1:20). Tidak pernah terlintas dalam pikiran Yohanes untuk berasumsi dan berpura-pura bahwa dia adalah mesias. Sejak awal Yohanes mengetahui perannya, ia tahu bahwa ia hanyalah pendahulu. Itulah sebabnya ia berkata: “Ia harus makin besar, tapi aku harus makin kecil,” (Yohanes 3:30).
Mari kita lihat lebih dekat kehidupan Yohanes, ia menjalani kehidupan yang sederhana, ia menghindari publisitas, ia rendah hati, ia tidak pernah menerima pujian atas hal-hal yang dialamatkan kepadanya. Sebaliknya, ia selalu menunjuk kepada Yesus.
Yohanes adalah lambang dari orang yang rendah hati dan percaya diri, yang merasa puas dengan peran yang diberikan kepadanya oleh Tuhan. Ketenaran, kekuasaan, bahkan kekayaan berada dalam jangkauannya tetapi dia tidak pernah tergoda untuk meraihnya. Ia sangat berbeda dengan kebanyakan dari kita yang akan selalu mengambil setiap kesempatan untuk mendapatkan pujian.
Mari kita ambil jalan Yohanes, agar kita dapat menjadi pewarta yang efektif bagi Yesus. Marilah kita memberitakan Yesus, jika tidak dengan kata-kata, mari kita melakukannya dengan tindakan. Banyak orang tidak mengenal Yesus karena kita tidak menghidupi ajaran Yesus.
Yohanes hidup sesuai dengan ajaran Yesus, dia tidak bersaing dengan Yesus untuk mendapatkan perhatian. Dia malah membiarkan Yesus bersinar tanpa mempermasalahkan jika beberapa pengikutnya meninggalkannya demi Yesus. Mengapa? Karena alasan sederhana, Yohanes mengerti dan merasa aman dengan perannya sebagai pendahulu sang Mesias.
Rasa tidak aman tidak pernah ada dalam diri Yohanes, ia membiarkan Yesus makin besar saat ia diam-diam melakukan perannya di luar sorotan lampu-lampu pengakuan.
Yesus, saat aku berusaha untuk menjadi lebih baik tahun ini, ingatkan aku bahwa ini bukan tentang diriku. Ini semua tentang Engkau. Amin.
