Remah Harian

SABDA-NYA TAK AKAN BERLALU

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Jumat, 1 Desember 2023, Peringatan Wajib Beato Dionisius dan Redemptus
Bacaan: Dan. 7:2-14 ; MT Dan. 3:75-81.; Luk. 21:29-33.

(Luk 21: 33)

Dalam Injil hari ini, Yesus berkata bahwa langit dan bumi akan berlalu. Kita tahu dari pengalaman kita ada banyak hal yang berlalu. Tak sesuatupun di bumi ini kekal. Kita menginginkan hubungan penting dengan seseorang tetap terjalin, tetapi ternyata putus dan berlalu. Kita ingin agar orang-orang yang kita kasihi tetap berada bersama kita, tetapi ada saatnya mereka akan meninggalkan kita. Ada banyak hal yang ingin kita pertahankan, tetapi selalu saja ada waktunya kita harus melepaskan. Kita berusaha untuk selalu menjaga kesehatan kita, tetapi ternyata ada saat juga kita “terpaksa” menyerah, jatuh sakit. Bahkan hidup kita sendiri pun, sebesar apapun usaha kita mempertahankannya, tetap akan berakhir.

Akan tetapi setelah mengatakan bahwa langit dan bumi akan berlalu, Yesus kemudian berkata: “perkataan-Ku tidak akan berlalu.” Ketika kita selalu harus merelakan banyak hal yang berlalu, sabda-Nya tidak akan berlalu. Sabda Tuhan itu kekal. Tak lekang oleh waktu dan tak habis dimakan jaman. Sabda-Nya selalu hidup dan relevan di setiap zaman, selalu kontekstual. Kita dapat selalu menimba terang dan hidup dari Sabda-Nya. Ia kekal, demikian juga sabda-Nya. Jika demikian, kita tidak dapat menggantungkan diri pada dunia yang akan berlalu. Satu hal yang dapat kita andalkan, dan tempat kita mempercayakan diri adalah Dia. Kasih-Nya kekal.

Nabi Yesaya juga menubuatkan lenyapnya langit dan bumi. “Segenap tentara langit akan hancur, dan langit akan digulung seperti gulungan kitab, segala tentara mereka akan gugur seperti daun yang gugur dari pohon anggur, dan seperti gugurnya daun pohon ara,” (Yesaya 34:4). Akan tetapi Tuhan meyakinkan kita, bahkan saat langit dan bumi berlalu, keselamatan-Nya terjamin: “Sebab langit lenyap seperti asap, bumi memburuk seperti pakaian yang sudah usang dan penduduknya akan mati seperti nyamuk; tetapi kelepasan yang Kuberikan akan tetap untuk selama-lamanya, dan keselamatan yang daripada-Ku tidak akan berakhir.”(Yesaya 51:6).

Fakta bahwa langit dan bumi akan berlalu memberi kita perspektif dalam hidup. Dunia ini bukan rumah tetap kita. “Kita menantikan langit baru dan bumi yang baru, di mana kebenaran berdiam” (2 Petrus 3:13). Karena itu, Yesus memberi tahu kita untuk memiliki prioritas yang tepat: “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi. . . . Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di surga” (Matius 6:19-20). Dan Petrus, setelah mengingatkan kita tentang sifat sementara dunia ini, berkata, “Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia” (2 Petrus 3:14).  Allah menyediakan keselamatan, tetapi kita harus bekerja keras agar keselamatan itu terpenuhi.

Tuhan Yesus, kubuka budi dan hatiku bagi Sabda-Mu. Dengan kasih karunia-Mu, kiranya aku dapat hidup selaras dengan kehendak-Mu. Semoga kehendak-Mu digenapi di dalam diriku. Semoga aku dapat menanggapi pesan pribadi-Mu untukku hari ini. Amin.

Author

Write A Comment