Sabda Hidup
Selasa, 14 Februari 2023, Selasa Pekan Biasa VI, Peringatan Wajib St. Sirilus dan Metodius
Bacaan: Kej. 6:5-8,7:1-5,10; Mzm. 29:1a,2,3ac-4,3b,9b-10; Mrk. 8:14-21;
“Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.”
(Mrk 8: 15).
Dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kini kita ketahui bahwa ragi adalah mikroorganisme hidup yang dapat ditemukan dimana-mana. Ragi berasal dari keluarga Fungus bersel satu dari genus Saccharomyces, species cereviciae, dan memiliki ukuran sebesar 6-8 mikron. Dalam satu gram ragi padat terdapat kurang lebih 10 milyar sel hidup. Ragi melakukan reproduksi dengan cara membelah diri, dan dapat hidup di lingkungan tanpa oksigen. Untuk bertahan hidup, ragi membutuhkan air, makanan dan lingkungan yang sesuai. Bakteri bersel satu ini akan mudah bekerja bila ditambahkan dengan gula dan kondisi suhu yang hangat. Kandungan karbondioksida yang dihasilkan akan membuat suatu adonan mengembang dan terbentuk pori – pori. Ragi memiliki sifat dan karakter yang sangat penting dalam industri pangan.
Karakter ragi yang dapat mempengaruhi adonan dijadikan contoh untuk menggambarkan pengaruh tindakan jahat yang secara halus mempengaruhi kehidupan seseorang. Orang-orang Yahudi menganggap fermentasi ragi sama dengan pembusukan dan, karenanya, melihatnya sebagai sesuatu yang jahat. Itulah sebabnya Yesus menyamakan pengaruh jahat dengan ragi. Yesus menganggap kemunafikan orang Farisi dan kehidupan amoral raja Herodes sebagai ragi yang merusak adonan Israel. Oleh karena itu, ia memberikan peringatan terhadap pengaruh jahat mereka kepada murid-muridnya saat mereka menyeberangi Danau dengan perahu.
Yesus memperingatkan murid-muridnya untuk menghindari jalan orang Farisi dan Saduki yang mencari nasihat mereka sendiri daripada pikiran Allah. Mereka dibutakan oleh kesombongan mereka sendiri dan tidak mampu mengenali kebenaran dan hikmat yang diucapkan Yesus atas nama Bapa-Nya di surga. Ragi apa (spiritual, moral, intelektual) yang Anda biarkan mempengaruhi cara berpikir dan hidup Anda? Yesus dengan tajam mengontraskan roti dan ragi yang menghasilkan kehidupan, khususnya hidup berkelimpahan yang ditawarkan Allah melalui Yesus, roti surgawi yang sejati, dengan roti dan ragi yang membusuk dan merusak pikiran, tubuh, dan jiwa.
Tuhan Yesus, hanya Engkaulah roti kehidupan sejati yang menopang kami setiap hari. Berilah aku sukacita dan kekuatan untuk selalu melayani Engkau dan bantulah aku untuk berpaling dari ragi dosa dan keduniawian yang membawa kerusakan dan kematian.
