Remah Harian

PERTANYAAN PERSONAL

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Kamis, 16 Februari 2023, Kamis Pekan Biasa VI
Bacaan: Kej. 9:1-13Mzm. 102:16-18,19-21,29,22-23Mrk. 8:27-33.

“Kemudian Yesus beserta murid-murid-Nya berangkat ke kampung-kampung di sekitar Kaisarea Filipi. Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: “Kata orang, siapakah Aku ini?” Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi.” Ia bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Petrus: “Engkau adalah Mesias!”

(Mrk 8: 27 – 29)

Laporan berita dapat dianggap lengkap dan dapat diandalkan ketika menjawab lima pertanyaan penting. Itulah prinsip jurnalistik: 4W1H (Who, Where, When, What + How). Siapa? Dimana? Kapan? Apa? Bagaimana? Tampaknya, inilah yang gagal dipertimbangkan oleh para murid Yesus ketika suatu hari Yesus mengajukan kepada mereka pertanyaan-pertanyaan ini, “Apa kata orang tentang Aku?” Apa yang telah kalian dengar dari orang-orang tentang Aku? Apa yang kamu ketahui tentang Aku?

Sayangnya, banyak dari tanggapan mereka tidak seakurat yang diharapkan Yesus dari mereka. Mereka membandingkan-Nya dengan nabi-nabi dalam Perjanjian Lama, atau sebagai Yohanes Pembaptis. Dengan kata lain, para murid tidak lengkap dan akurat dalam memberi “laporan” tentang Dia, khususnya, pertama, tentang identitas-Nya (tentang siapa Dia bagi mereka) dan kedua, seperti apa Dia bagi mereka, dan ketiga, atas cara bagaimana Dia mencapai misi-Nya.

Namun, Petrus seperti biasa, mengambil inisiatif. Ia berdiri dan menyatakan atas nama semua murid: “Engkau adalah Mesias.” Dia benar di satu sisi, tentang siapa Yesus baginya – seorang Mesias. Tetapi dia salah dalam dua pertanyaan krusial lainnya tentang “Apa” dan “Bagaimana.” Dia gagal memahami bahwa Yesus adalah “Mesias yang Menderita” dan “yang akan mencapai misi-Nya dengan sengsara dan kematian-Nya di Kayu Salib.”

Gagasan Petrus tentang “Mesias” adalah seorang pemimpin politik dan prajurit militer. Gagasan yang ditolak oleh Yesus. Karena itu, Yesus menegur Petrus, “Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

“Apa katamu, siapakah Aku ini?” ​​adalah pertanyaan pribadi yang menuntut tanggapan pribadi dari kita semua. Memang benar bahwa kita telah membaca dan mendengar banyak hal tentang Yesus sebagai Guru, Tabib, Pengkhotbah, Nabi, Juruselamat. Tetapi apakah pemahaman kita itu menggerakkan dan mengilhami kita untuk lebih mengasihi Dia? Mengenal Yesus bukan hanya masalah gagasan dan pengetahuan. Kita harus mengikuti cara hidup-Nya, mengasihi dan mengampuni seperti Dia, melayani dan memberikan hidup kepada orang lain seperti Dia.

Dengan kata lain, kita hanya bisa mengatakan bahwa kita mengenal Yesus secara pribadi jika kita mulai mengikuti Dia dalam hidup kita. Untuk itu diperlukan kesetiaan mengikuti-Nya bukan hanya saat Ia mulia, tetapi juga saat Ia bersengsara.

Author

Write A Comment