Remah Harian

PERSEMBAHAN ANDA TAK PERNAH TERLAMBAT

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Jumat, 12 April 2024, Jumat Pekan Paskah II
Bacaan: Kis 5:34-42Mzm 27:1,4,13-14Yoh 6:1-15.

YOH 6: 11

Bacaan Injil hari ini berkisah tentang mukjizat Yesus memberi makan lima ribu orang. Ketika menggambarkan kejadian ini, Yohanes menampilkan karakter yang kontras dari Andreas dan Filipus.  Filipus yakin bahwa situasinya sudah tidak ada harapan lagi; tidak ada yang bisa dilakukan.  Sebaliknya, Andreas berpikir untuk melakukan apa yang dia bisa dan selanjutnya diserahkan kepada Yesus.  Dengan demikian, ia membawa seorang anak laki-laki yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan kepada Yesus dan terjadilah mukjizat itu.  Kita tidak pernah tahu kemungkinan apa yang akan terjadi ketika kita membawa seseorang kepada Yesus. 

Seorang anak  dalam adegan ini tidak memiliki banyak hal untuk ditawarkan, tetapi dalam apa yang ia miliki, Yesus menemukan bahan untuk sebuah mukjizat. Kesediaan anak itu untuk memberikan dan tidak mempertahankan roti dan ikannya adalah peran ideal dari seorang murid. Ketika seseorang menyerahkan diri di mezbah pelayanannya, tidak ada batasan untuk apa yang dapat Kristus lakukan dengan kita dan melalui kita. Yang kecil selalu menjadi besar di dalam tangan Kristus. 

Yohanes adalah satu-satunya penginjil yang mencatat bahwa orang yang memberikan makanan yang sedikit itu “adalah seorang anak kecil” dan bahwa rotinya adalah “roti jelai” (ay. 9). Roti jelai adalah makanan orang miskin. Nilai simbolis dari hal ini sangat jelas: dalam Injil, anak kecil adalah murid teladan. Mereka yang ingin masuk ke dalam Kerajaan Surga haruslah menjadi seperti anak kecil (Mrk. 10:15).

Kunci dari mukjizat ini adalah mengesampingkan sikap mementingkan diri sendiri dan mengalahkan keserakahan, “yang merupakan akar dari segala kejahatan” (1 Tim. 6:10). Ketika kita memberikan semua yang kita miliki, tersedia bagi saudara dan saudari kita tanpa syarat, mukjizat terjadi: semua diberi makan sampai kenyang dan bahkan masih ada sisa. Tuhan mampu mengubah dan melipatgandakan lima roti jelai dan dua ikan – apa pun yang kita miliki – talenta dan sumber daya kita yang terbatas, dan ya, bahkan kelemahan kita sendiri, untuk memuaskan rasa lapar yang paling dalam di dunia.

Apakah “lima roti jelai dan dua ikan” anda yang dapat anda persembahkan kepada Yesus?

Tuhan, terimalah aku apa adanya. Terimalah persembahan diriku dan buatlah mukjizat darinya. Amin.

Author

Write A Comment