Remah Harian

PERSEKUTUAN DENGAN TUHAN YANG MENGUBAH

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Jumat, 28 April 2023, Jumat Pekan Paskah III
Bacaan: Kis. 9:1-20Mzm. 117:1,2Yoh. 6:52-59.

“Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.”

(Yoh 6: 56)

Perjumpaan dan pergaulan dengan Tuhan itu luar biasa. Persekutuan dengan Tuhan itu sanggup mengubah seseorang secara total. Paulus, seperti dikisahkan dalam bacaan pertama hari ini, berjumpa dengan Tuhan dan berubah menjadi pribadi yang sama sekali baru. Ia diubah dari seorang yang mengancam, mengejar-ngejar, dan membunuh murid-murid Tuhan menjadi rasul yang luar biasa. “Orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku,” demikian sabda Tuhan kepada Ananias.

Bacaan Injil hari ini mengingatkan kita tentang apa yang sesungguhnya kita terima dalam Ekaristi Kudus. Dalam Ekaristi Kudus, kita tidak hanya dikenyangkan dengan Sabda Tuhan tetapi, sesungguhnya, kita menerima Yesus Kristus sendiri. Setiap kali kita menghadiri Misa dan menerima komuni, kita tidak hanya menerima sekeping wafer atau roti yang dikonsekrir. Bahkan itu bukan hanya lambang atau simbol kehadiran Tuhan tetapi Tuhan sendiri, pribadi kedua dari Trinitas, yang lahir dari Perawan Maria; Yesus yang sama yang sungguh-sungguh hidup di tengah kita, yang mengerjakan mukjizat-mukjizat dan yang mewartakan Kerajaan Allah; Yesus yang sama yang menderita sengsara dan wafat tetapi telah bangkit dari mati.

Apabila perjumpaan dengan Tuhan mengubah Paulus, apa buah-buah pejumpaan kita dengan Tuhan? Perjumpaan dengan Tuhan dalam Ekaristi pun harus membawa perubahan dalam diri kita. Akan tetapi perubahan itu bukanlah sesuatu yang otomatis. Banyak orang Kristen yang berpikir bahwa dengan menghadiri Misa atau menerima komuni saja sudah cukup untuk membuat mereka menjadi orang Kristen yang baik. Banyak orang, misalnya, menerima Komuni dengan harapan untuk menjadi lebih suci, tanpa menyadari bahwa “menjadi lebih suci” berarti menjadi lebih ramah, lebih jujur, lebih mudah didekati, lebih murah hati dalam berbagi waktu, harta, dan bakat mereka.

Ekaristi bukanlah sebuah ritual memperbaiki diri sendiri secara cepat yang bekerja secara otomatis. Ya, memang Ekaristi bekerja untuk kita, tetapi hanya jika kita menerjemahkan apa yang kita doakan dalam Misa ke dalam tindakan

Mari renungkan hari ini, apakah Kristus sungguh-sungguh hidup dalam diri saya? Perubahan apa yang saya rasakan karena persatuan dengan Kristus? Semoga Ekaristi sungguh-sungguh menjadi sumber kehidupan dan memampukan kita untuk menjadi saksi-saksi kehadiran Tuhan, membuat kita lebih beriman, lebih adil, lebih mengasihi.

Tuhan Yesus, Engkau memelihara dan menopang kami dengan kehadiran dan firman-Mu yang memberi hidup. Engkaulah roti hidup – makanan surgawi yang menopang kami saat ini dan yang menghasilkan kehidupan kekal di dalam diri kami. Semoga kami selalu lapar akan Dikau dan dipuaskan di dalam Engkau saja.

Author

Write A Comment