Sabda Hidup
Selasa, 23 Mei 2023, Selasa Pekan Paskah VII
Bacaan: Kis. 20:17-27; Mzm. 68:10-11,20-21; Yoh. 17:1-11a.
Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.”
(Yoh 17: 4)
Hari ini kita mendengar kata-kata terakhir yang terkenal dari Yesus dalam doa-Nya sebagai Imam Agung dan dari Santo Paulus. Masing-masing dari mereka sadar bahwa mereka telah menyelesaikan misinya dalam hidup. Paulus berharap untuk melakukan kunjungan terakhir ke Yerusalem dan kemudian, jika dia selamat dari kunjungan yang berbahaya itu, untuk pergi ke Roma dan bahkan mungkin membawa Kabar Baik sampai di wilayah Spanyol. Yesus menyatakan bahwa pekerjaan yang diberikan kepada-Nya oleh Bapa-Nya telah selesai sepenuhnya dan Dia berdoa: “Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu.” Paulus memberikan nasihat perpisahan kepada para pemimpin gereja; sementara Yesus berdoa untuk murid-murid-Nya dan untuk semua orang yang akan bergabung dengan mereka di masa yang akan datang.
Baik Yesus maupun Paulus memandang masa depan dengan penuh keyakinan. Paulus tampaknya tidak memiliki penyesalan: “Engkau tahu bagaimana … aku melayani Tuhan dengan kerendahan hati melalui penderitaan dan cobaan yang menghadang.” Dan Yesus memuji kesetiaan para sahabatnya: “Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.” Paulus menghadapi masa depan yang tidak pasti, karena ia tahu bahwa penjara mungkin akan menunggunya di Yerusalem. Yesus tidak meramalkan apa yang akan terjadi di masa depan; Ia hanya berdoa agar para pengikut-Nya tetap setia kepada-Nya dan kepada ajaran-Nya.
Situasi mereka serupa dengan situasi yang dihadapi kita saat ini. Kita harus berusaha menghadapi masa depan kita yang tidak pasti dengan iman dan ketenangan. Karena ketika kita menyelesaikan pekerjaan yang diberikan Bapa kepada kita, Allah akan membawa kita kepada-Nya.
Semoga akan tiba saatnya, seperti Yesus, kita juga dapat memandang Bapa dan berkata, “Aku telah menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku. Sekarang, permuliakanlah aku kepada-Mu.” Sementara itu, kita mencoba untuk setia pada pekerjaan yang dipercayakan kepada kita, misi agar Dia dikenal dan dikasihi oleh semakin banyak orang melalui cara hidup kita. Dalam melakukan hal itu, kita tidak dibiarkan sendiri. Allah bekerja bersama kita.
Setelah berdoa untuk diri-Nya sendiri, Yesus berdoa untuk mereka yang akan menjadi saksi-Nya di dunia. Dia hidup selamanya untuk menjadi Pengantara bagi kita, agar kita dapat setia pada tugas kita. Bahkan ketika kita merasa sulit untuk berdoa, kita dapat yakin bahwa Ia sendiri sedang berdoa di dalam diri kita. Semoga kita selalu setia!
Tuhan, semoga kami dapat menyelesaikan tugas yang Engkau berikan kepada kami masing-masing di dunia ini dengan baik. Amin.
