Remah Harian

PERJALANAN KEMURIDAN

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Selasa, 30 November 2021, Pesta St. Andreas Rasul

Bacaan: Rm. 10:9-18; Mzm. 19:2-3,4-5; Mat. 4:18-22.

“Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.”

(Mat 4: 18 – 20)

Hari ini kita rayakan Pesta St. Andreas, salah satu dari dua belas Rasul Yesus. Kita sering menggambarkan keduabelas rasul sebagai pilar-pilar Gereja. Mereka adalah para pemimpin dan pengajar. Mereka adalah para martir. Kini para pengganti para Rasul adalah para Uskup, dan kita percaya bahwa kepada mereka dipercayakan tugas kerasulan untuk mengajar, menyucikan dan memerintah Gereja atas nama Yesus.

Panggilan para rasul pertama yang kita baca hari ini menggambarkan Andreas dan beberapa murid Sang Guru. Yesus, Guru, memanggil mereka untuk hidup yang baru. Panggilan kemuridan adalah panggilan untuk belajar pada Yesus. Itu bukanlah jabatan instan. Ketika Andreas dan Simon Petrus, Yakobus dan Yohanes, anda dan saya dipanggil oleh Yesus menjadi murid-murid-Nya, kita belajar pada-Nya.

Mereka dipanggil dalam kesibukan dan aktivitas sehari-hari mereka. Tuhan menyatakan diri kita bukan atas cara yang luar biasa dan spektakuler, tetapi dalam keseharian kita. Di sanalah kita harus menjumpai Tuhan; dan di sana Ia menyatakan diri, di sanalah kasih-Nya dapat kita rasakan; dan di sana – dalam dialog dengan-Nya dalam keseharian hidup kita, Ia mengubah hati kita. Tanggapan para nelayan itu adalah serta merta mengikuti Dia: “Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia,” (Mat 4: 20).

Tuhan memanggil kita juga saat ini! Ia berjalan melintasi jalan-jalan kehidupan keseharian kita. Ia sedang memanggil kita untuk mengikuti-Nya, bekerja bersama-Nya bagi Kerajaan Allah, di “Galilea” masa kini.

Paus Fransiskus mengajak kita merenungkan: “Jika salah satu dari antara anda merasa bahwa Tuhan berkata, “Ikutlah Aku,” beranilah, pergi bersama-Nya. Tuhan tak akan pernah mengecewakan. Lihat, Ia memandang kita, dengarkan suara-Nya, dan ikutilah Dia, “agar sukacita Injil dapat mencapi ujung bumi, menyinari bahkan sudut-sudut dunia kita” (Evangelii Gaudium 288).

Masa Advent ini menjadi kesempatan yang baik untuk memulai perjalanan kemuridan kita lagi dan belajar lagi pada-Nya. Barangkali pada mulanya Andreas dan para Rasul lainnya tidak tahu pasti apa apa artinya dan ke mana pergi mengikuti-Nya. Akan tetapi yang paling penting bagi kita, ke manapun kita pergi, mari sertai Dia, dan biarkan Dia menyertai kita.

Author

Write A Comment