Sabda Hidup
Senin, 10 Juli 2023, Senin Pekan Biasa XIV
Bacaan: Kej. 28:10-22a; Mzm. 91:1-2,3-4,14-15ab; Mat. 9:18-26.
Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut, berkatalah Ia: “Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur.” Tetapi mereka menertawakan Dia. Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu. Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.”
” (Mat 9: 23 – 26)
Yesus melakukan banyak mukjizat. Dia berkali-kali mengatasi hukum alam. Dalam perikop Injil hari ini, Dia mengalahkan kematian dengan menghidupkan kembali anak seorang kepala rumah ibadat. Dia melakukannya atas cara yang tampak sangat normal dan mudah bagi-Nya.
Sungguh sesuatu yang sangat mendalam dan penuh makna bagi kita merenungkan mukjizat yang dilakukan-Nya. Banyak orang yang kagum dan takjub dengan kuasa-Nya yang ajaib. Tetapi Yesus tampak melakukannya sebagai hal yang normal dari keseharian-Nya. Dia tidak membesar-besarkan hal itu, malahan Dia sering menyuruh orang untuk merahasiakan mukjizat-mukjizat-Nya.
Satu hal yang jelas dari hal ini adalah bahwa Yesus memiliki kuasa penuh atas dunia fisik dan semua hukum alam. Melalui kisah ini kita diingatkan bahwa Dia adalah Pencipta Alam Semesta dan sumber dari segala sesuatu. Jika Dia dapat menciptakan segala sesuatu hanya dengan menghendakinya, Dia dapat dengan mudah menciptakan kembali dan mengubah hukum alam sesuai dengan kehendak-Nya.
Memahami kebenaran penuh tentang kuasa-Nya yang penuh atas alam seharusnya juga memberi kita keyakinan akan kuasa-Nya yang penuh atas segala sesuatu yang membentuk kehidupan kita. Dia dapat melakukan segala sesuatu dan dapat melakukan segala sesuatu atas hidup kita.
Jika kita dapat mengimani secara mendalam kemahakuasaan-Nya, dan juga percaya penuh akan kasih dan pengetahuan-Nya yang sempurna akan diri kita, kita akan berada dalam posisi untuk memercayai-Nya pada tingkat yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Mengapa kita tidak sepenuhnya mempercayai Dia yang dapat melakukan segala sesuatu dan mengasihi kita dengan sempurna? Mengapa kita tidak mempercayai Dia yang mengetahui segala sesuatu tentang diri kita? Mengapa kita tidak percaya kepada Dia yang hanya menginginkan kebaikan kita? Dia layak menerima kepercayaan penuh kita, dan kepercayaan itu akan menghasilkan hal-hal yang luar biasa dalam hidup kita.
Apakah Anda memahami kedalaman kuasa-Nya? Apakah Anda tahu bahwa kasih-Nya mendorong Dia untuk menggunakan kuasa itu untuk kebaikan Anda? Tahu dan percaya akan kebenaran-kebenaran ini akan mengubah hidup Anda dan memberi tempat bagi Dia untuk melakukan mukjizat-mukjizat-Nya dalam hidup Anda.
Tuhan, aku percaya akan kuasa-Mu atas segala sesuatu dan atas hidupku. Tolonglah saya untuk percaya akan kasih-Mu bagiku, bahwa Engkau selalu menghendaki yang terbaik bagiku.
