Remah Harian

PENOLAKAN BATU PENJURU KESELAMATAN

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Jumat, 1 Maret 2024, Jumat Pekan Prapaskah II
Bacaan: Kej. 37:3-4,12-13a,17b-28Mzm. 105:16-17,18-19,20-21Mat. 21:33-43,45-46.

MAT 21: 42

Kisah-kisah tentang korban dan penolakan kita dengarkan hari ini. Dalam bacaan pertama, Yusuf menjadi korban dan diusir oleh keluarganya sendiri. Dalam Injil, hamba-hamba pemilik kebun anggur dan putranya sendiri ditolak dan dibunuh – kisah yang merujuk kepada Yesus sendiri.

Kepada para pendengar-Nya Yesus bertanya, apa yang akan dilakukan oleh pemilik kebun anggur itu. Terhadap pertanyaan Yesus itu mereka menjawab: “Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu.” Tetapi Yesus tidak berbicara tentang balas dendam. Ia tidak berbicara tentang mata ganti mata, gigi ganti gigi. Memang, kebun anggur itu akan dipercayakan kepada orang yang lebih bertanggung jawab. Namun Yesus juga berbicara tentang “Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan yang telah menjadi batu penjuru” untuk dunia yang baru!

Baik Yusuf maupun Yesus tidak membalas dendam; keduanya menjadi batu penjuru untuk penebusan “keluarga” yang telah menolak mereka.

Pengusiran dan penolakan Anak Allah dari kebun anggur masih terus berlanjut sampai sekarang di dalam komunitas-komunitas Gereja dan masyarakat kita. Kita lihat tantangan-tantangan yang menghadang nilai-nilai sakramen pernikahan dan keluarga, perdebatan mengenai aborsi, orang dengan gampang menghilangkan nyawa orang lain, etika dan moral diinjak-injak demi kepentingan sendiri, dan masih banyak contoh lainnya – banyak orang di dalam Gereja dan masyarakat kita lebih memilih untuk mengikuti nilai-nilai dunia. Kristus dan Injil-Nya dianggap sebagai sesuatu yang ketinggalan zaman dan kuno, dan banyak orang Kristen memilih untuk mengabaikan-Nya.

Apa akibat dari membuang Injil dari kehidupan kita? Ada peperangan, kejahatan, hancurnya ciptaan, keputusasaan dan kesepian. Perumpamaan ini tidak hanya ditujukan kepada orang-orang Israel yang telah menolak Yesus sang Putra Allah, tetapi juga kepada kita hari ini. Mari buka mata hati kita, kenali Sang Putera, jangan membuang-Nya dari kebun anggur – dari kehidupan kita.

Tuhan, semoga kami tidak menolak Engkau, dengan menghidupi nilai-nilai Injil-Mu dalam hidup kami. Amin.

Author

Write A Comment