Sabda Hidup
Senin, 5 Juni 2023, Senin Pekan Biasa IX, Peringatan St. Bonifasius
Bacaan: Tb. 1:1a,2a,3; 2:1b-8; Mzm. 112:1-2,3-4,5-6; Mrk. 12:1-12
“Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani.”
(Mrk 12: 6)
Injil hari ini mengisahkan perumpamaan tentang penggarap-penggarap kebun anggur. Di Galilea ada banyak kebun anggur dan sudah menjadi hal yang biasa menyewakan kebun anggur itu kepada para penggarap. Banyak yang melakukan itu dengan tujuan mendapatkan bagiannya pada saat panen. Biasanya telah diadakan perjanjian bagi hasil sebelumnya.
Mengapa perumpamaan itu menyinggung hati para Farisi dan para pemimpin agama masa Yesus? Mereka tersinggung sebab mereka mengerti bahwa merekalah yang dimaksud dalam perumpamaan itu. Dalam Yesaya 5: 1 – 7 Digambarkan bagaimana Allah mengusahakan kebun anggur pilihan, umat Israel.
Apakah perumpamaan itu berbicara tentang kita juga?
Perumpamaan ini berbicara tentang kemurahan, kesabaran hati dan kepercayaan Tuhan terhadap kita. Kebun anggur itu dilengkapi dengan apa saja yang dibutuhkan oleh para penggarap. Pemiliknya mempercayakan kebun anggur itu secara penuh kepada mereka. Tuhan pun mempercayakan hidup kepada kita dengan memberi kita kebebasan penuh untuk menggarapnya sesuai dengan pilihan-pilihan kita. Apakah Tuhan mendapatkan hasil yang pantas dari kebun kehidupan kita itu? Allah (pemilik kebun anggur), yang begitu sabar terhadap para pemimpin Israel (penggarap), juga bersabar terhadap kita. Namun, sama seperti para pemimpin Israel, demikian juga dengan kita, akan tiba saatnya Allah akan meminta pertanggungjawaban kita atas kegagalan kita dalam merespons kesabaran-Nya yang begitu besar.
Tuhan juga mempercayakan anugerah iman kepada kita kita. Tentu Tuhan juga mengharapkan buah-buah iman yang dipercayakan kepada kita. Manakah buah-buah kebun kehidupan dan iman yang dapat kita persembahkan kepada-Nya?
Cepat atau lambat kita akan dimintai pertanggungjawaban kepada Tuhan atas hidup dan iman kita, sama seperti penggarap itu pun dimintai pertanggungjawaban atas tindakan mereka. Dalam bidang apa dalam hidup kita, Allah secara khusus bersabar terhadap kita?
Tuhan, jangan biarkan kesabaran-Mu hilang dari kami. Bantulah kami untuk bersabar terhadap orang lain seperti Engkau bersabar terhadap kami.
