Sabda Hidup
Senin, 2 Oktober 2023, Peringatan Wajib Para Malaikat Pelindung
Bacaan: Kel 23:20-23a; Mzm 91:1-2.3-4.5-6.10-11; Mat 18:1-5.10
Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.”
(Mat 18: 10)
Sebutan ‘Malaikat Pelindung’ mengacu pada keyakinan bahwa setiap jiwa memiliki malaikat yang siap untuk menggembalakannya melalui kehidupan, dan membantu mengarahkan/membawa mereka kepada Tuhan.
Keyakinan akan adanya malaikat, tugas mereka sebagai utusan Tuhan, dan interaksi manusia dengan mereka, mengajak kita kembali ke zaman paling awal. Dalam Kitab Suci diceritakan Cherubim menahan Adam dan Hawa untuk kembali ke Eden; Malaikat menyelamatkan Lot dan membantu menghancurkan Zodom dan Gomora; dalam Kitab Keluaran, Musa mengikuti seorang malaikat, dan pada satu masa malaikat diangkat sebagai pemimpin Israel. Mikael disebutkan beberapa kali, tokoh Rafael dalam kisah Tobit dan Gabriel menyampaikan Kabar Gembira kedatangan Kristus.
Konsep bahwa masing-masing jiwa memiliki Malaikat Pelindung pribadi juga merupakan keyakinan yang sudah lama dan diterima oleh Gereja walau Gereja tidak pernah benar-benar mendefinisikannya dengan tegas. Dalam Injil hari ini, Yesus berkata, “Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.”
Kata “malaikat” muncul 292 kali dalam Kitab Suci. Namun, kata lain juga digunakan untuk menunjuk malaikat. Kata Ibrani untuk ‘malaikat’ adalah mal’akh dalam Perjanjian Lama. Dalam Perjanjian Baru yang berbahasa Yunani dipakai kata “anggelos” yang berarti, ‘utusan’.
Kehadiran Malaikat Pelindung menunjukkan cinta dan pemeliharaan ilahi bagi kita. Tuhan tidak membiarkan makhluk-Nya pada apa yang kita sebut “kebetulan”. Ia memelihara kita. Ia ada dimana-mana. Bahkan tak seekorpun burung pipit dibiarkan-Nya jatuh ke tanah atau tak sehelai rambut pun dari kepala kita tercabut tanpa kehendak-Nya. Cinta-Nya kekal. Ia setiap detik, setiap saat menyelenggarakan ciptaan-Nya. Tak kan dibiarkan-Nya ciptaan-Nya kembali menjadi debu.
Tugas apa yang Tuhan berikan kepada mereka? Beberapa peristiwa diceritakan dalam Kitab Suci, seperti malaikat yang menggulingkan batu kubur Kristus. Berapa banyak lagi tugas yang mereka miliki tidak dapat dibayangkan. St. Hilarius menulis enam belas abad yang lalu: “Anda mungkin ingin dapat memahami para malaikat ini sebagai mata atau telinga atau tangan atau kaki Allah.” Tugas lainnya adalah melindungi kita dari godaan dunia dan Setan.
Apa yang dapat kita lakukan untuk mengakui kehadiran dan bantuan malaikat pelindung kita? Tentu saja para malaikat pelindung kita layak mendapatkan doa dan ucapan terima kasih kita, mengingat semua yang telah dilakukan untuk melindungi kita, entah kita sadari atau tidak. Origenes menulis pada abad ketiga: “Bagi setiap orang ada dua malaikat yang selalu hadir, yang satu adalah malaikat keadilan dan yang satu adalah “malaikat” kejahatan.” Tentu yang terakhir disebut itu mengacu pada kuasa jahat. Malaikat keadilan adalah pengawal kita.
“Malaikat Allah Engkau yang diserahi oleh kemurahan Tuhan, untuk melindungi aku. Terangilah, lindungilah, bimbinglah, dan hantarkanlah aku. Amin.
