Remah Harian

PANGGILAN UNTUK MELAYANI

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Kamis, 28 Maret 2024, Kamis Putih
Bacaan: Kel. 12:1-8,11-14Mzm. 116:12-13,15-16bc,17-181Kor. 11:23-26Yoh. 13:1-15.

YOH 13: 4 – 5

Hari ini, Gereja merayakan Ekaristi dan Imamat. Liturgi Kamis Putih juga mengingatkan kita akan panggilan kita untuk berlutut dan membasuh kaki satu sama lain. Marilah kita berdoa sem untuk para imam kita dalam menjalani liturgi hari ini!

Paus Fransiskus, dalam refleksinya tentang perikop ini, mengundang kita untuk menyelami maknanya yang mendalam. Bayangkanlah adegan ini: Sang Guru memimpin murid-muridnya ke dalam perjamuan Paskah. Ketika tamu memasuki sebuah rumah, adalah tugas para budak untuk membasuh kaki para tamu. Namun, di sini berdiri Yesus – Sang Guru dan Tuhan kita – membungkuk untuk membasuh kaki murid-murid-Nya. Sebuah pembalikan peran yang menentang kebiasaan yang ada.

Mengapa Yesus melakukan hal ini? Ini bukan sekadar untuk alasan kebersihan atau mengikuti tradisi. Ini adalah sebuah pelajaran tentang kasih dan kerendahan hati yang terukir indah. Perjamuan Terakhir – Ekaristi, mendapatkan maknanya hanya ketika digabungkan dengan pembasuhan kaki. Ketika Dia membasuh kaki mereka, Dia berkata, “Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu,” (Yohanes 13:15).

Sementara ketiga Injil (Matius, Markus, Lukas) mencatat Yesus mengucapkan kata-kata institusi pada Perjamuan Terakhir – “Inilah tubuh-Ku… inilah darah-Ku… perbuatlah ini untuk mengenang Aku” – Yohanes hanya menceritakan Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya. Bagi Yohanes, tindakan ini sama pentingnya dengan institusi Ekaristi. Ekaristi harus menuntun kita keluar dari Gereja ke dalam pelayanan yang rendah hati kepada sesama.

Ekaristi mengundang kita untuk melepaskan kesombongan dan kepentingan diri sendiri dan mengubah posisi istimewa kita menjadi sebuah kesempatan untuk melayani. Tidak ada yang lebih baik dalam mengungkapkan makna Ekaristi selain Yesus yang mengundang kita untuk membasuh kaki satu sama lain.

Tuhan, tolonglah aku untuk memahami apa artinya menjadi pelayan. Tolonglah aku untuk menghidupi kerendahan hati dalam hidupku. Semoga karunia Tubuh dan Darah-Mu yang Maha Kudus mengubah aku menjadi pribadi yang Engkau kehendaki. Amin.

Author

Write A Comment