Remah Harian

MENYENANGKAN HATI SETIAP ORANG?

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Rabu, 20 September 2023, Peringatan Wajib St. Andreas Kim Taegon, St. Paulus Chong Hasang, dkk, para martir Korea
Bacaan: 1Tim. 3:14-16Mzm. 111:1-2,3-4,5

Kata Yesus: “Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini dan dengan apakah mereka itu sama? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis.

(LUK 7: 31 – 32)

Selama lebih dari 23 tahun menjadi seorang imam, saya temukan banyak kebenaran mendasar dalam pelayanan yang tidak dapat berubah. Salah satunya adalah tidak mungkin untuk menyenangkan semua orang sepanjang waktu. Dan jika saya mencoba melakukan hal ini, orang yang paling tidak terpuaskan adalah diri sendiri.

Ketika kita memperhatikan pelayanan Yesus, kita melihat bahwa perhatian utama-Nya adalah melakukan kehendak Bapa-Nya dan melaksanakan kebenaran, bukan menyenangkan manusia. Bahkan, tindakan-Nya sering kali membawa-Nya ke dalam konflik dengan para pemimpin Yahudi. Hal ini tidak pernah menghentikan Yesus untuk melakukan apa yang Dia tahu harus dilakukan untuk tetap setia pada Injil, setia pada kehendak Bapa-Nya.

Dalam Injil hari ini, Yesus mengatakan kenyataan bahwa akan ada orang-orang yang menolak pelayanan-Nya. Hal yang sama juga berlaku bagi kita, tetapi kita tidak dapat membiarkan penolakan itu menyebabkan kita menyerah. Seorang teman imam sering berkata kepada dirinya sendiri, seperti sebuah mantra, setiap kali dia menghadapi kesulitan: Jangan pernah menyerah; jangan pernah menyerah; jangan pernah menyerah! Sikapnya yang lain adalah setiap kali sesuatu tampaknya tidak berhasil, maka dia hanya berusaha lebih keras. Dengan kata lain, “Ketika sesuatu tampak tidak sesuai, cobalah lebih keras lagi!”

Kita perlu bertahan melalui kesulitan dan tantangan untuk mencapai kemenangan. Kita tidak dapat melakukan hal ini tanpa kasih karunia Allah. Kita juga memiliki teladan utama dalam kehidupan Yesus. Dia telah melewati masa-masa sulit, termasuk kematian-Nya sendiri, dengan percaya bahwa Bapa akan menentukan hasil akhir yang penuh kemenangan – kebangkitan-Nya dari antara orang mati, kemenangan yang pasti atas dosa dan maut.

Menjalani kehidupan sebagai murid Kristus tidaklah mudah. Kita akan berhadapan dengan orang-orang yang tidak suka dengan apa yang kita lakukan. Janganlah kita membiarkan pencobaan, penolakan, tantangan, ketidakpedulian menjatuhkan kita, tetapi lihatlah semuanya sebagai kesempatan bagi Tuhan untuk menunjukkan kuasa-Nya untuk menang atas kesulitan.

Apakah anda ingin selalu menyenangkan orang lain? Apakah anda lebih takut akan reaksi orang lain terhadap apa yang anda lakukan atau katakan daripada mengatakan kebenaran di dalam kasih? Mari belajar dengan orang kudus kita hari ini, para martir Korea yang tetap bertahan dan bertekun dalam iman, walau mengalami penolakan.

Bapa, tolonglah aku untuk mencintai kebenaran dalam hidupku dan selalu menerimanya, apapun reaksi yang aku terima. Amin.

Author

Write A Comment