Remah Harian

MENJADI KUDUS

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Rabu, 1 November 2023, Hari Raya Semua Orang Kudus
Bacaan:  Why. 7:2-4,9-14Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-61Yoh. 3:1-3Mat. 5:1-12a.

Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”

(Mat 5: 2 – 12)

Dalam bacaan Injil hari ini, pada Hari Raya Semua Orang Kudus, Yesus memberi kita Sabda Bahagia, sikap yang akan membantu kita menemukan damai dan makna dalam situasi apa pun yang kita hadapi, dan yang akan membantu kita untuk terus maju. Apa pun yang kita alami, baik atau buruk, bahagia atau sedih, Sabda Bahagia memberi kita penghiburan dan jaminan bahwa semua akan baik-baik saja jika kita berpegang pada Tuhan. Tetaplah berpegang pada Sabda Bahagia, dan Anda akan selalu memiliki sikap yang baik.

Dunia ini mengajarkan kepada kita bahwa hidup ini adalah tentang kesuksesan, kekayaan, popularitas, kenyamanan dan kemudahan. Sebaliknya, Sabda Bahagia menunjukkan bahwa ada makna dan berkat dalam kesedihan, kemiskinan, penganiayaan, dan kekurangan kita. Ini adalah sesuatu yang sulit untuk dipahami, dan bahkan mungkin bodoh bagi mereka yang tidak beriman. Tetapi ini adalah sumber penghiburan, dan bahkan sukacita, bagi mereka yang percaya pada kehidupan kekal. “Bersukacitalah dan bergembiralah, karena upahmu besar di surga.”

Hari ini adalah Hari Raya Semua Orang Kudus. Siapakah orang-orang kudus itu? Sederhananya, orang-orang kudus adalah mereka yang percaya dan menghayati Sabda Bahagia. Orang-orang kudus adalah mereka yang menempuh jalan doa, kebaikan dan kerendahan hati, serta mengorbankan kesenangan dan kekayaan duniawi, demi Kerajaan Allah. Semoga kita terdorong dan terinspirasi oleh kata-kata dan teladan mereka. Mereka bukanlah orang-orang yang luar biasa. Mereka adalah orang-orang seperti kita, yang mengizinkan Tuhan untuk bersinar dalam kehidupan mereka yang biasa. Masalahnya adalah, sering kali kita meninggalkan Allah dan membiarkan diri kita sendiri yang bersinar.

Kita telah diberkati dengan adanya orang-orang kudus zaman modern yang hidup di masa kita: Padre Pio, Bunda Teresa, Yohanes Paulus II, Carlo Acutis, dan masih banyak lagi. Mereka mengingatkan kita bahwa kesucian bukanlah sesuatu yang tidak dapat dijangkau atau sesuatu yang sudah berlalu. Bahkan ada orang-orang kudus yang hidup di tengah-tengah kita, di masa kini dan di masa sekarang – seperti Anda, atau orang di samping Anda! Mustahil? Itu mustahil jika kita berpikir tentang kesucian sebagai pencapaian manusia, tetapi itu mungkin jika kita memandangnya sebagai kasih karunia Allah yang bersinar dalam hidup kita.

Bagi kita yang percaya kepada Tuhan dan pengikut Kristus, tujuan utama kita adalah menjadi orang kudus. Ketika Anda mengatakan hal itu kepada seseorang, mungkin dia akan memandang Anda dengan aneh dan berkata, “Menjadi orang kudus? Ah, Itu bukan untuk saya. Saya terlalu duniawi untuk itu.”

Menjadi orang suci bukan berarti meniru prestasi luar biasa dari para santo dan santa, seperti para martir yang mati demi iman mereka berabad-abad yang lalu. Jika Anda bisa melakukannya, bagus! Menjadi orang kudus di zaman modern ini lebih berarti meneladani orang-orang yang jatuh namun bangkit kembali. Mereka mungkin pernah melakukan kesalahan dalam pernikahan atau hidup religius mereka, tetapi mereka bangkit kembali, belajar dari kesalahan mereka, dan dengan setia mengikuti kehendak Allah. Ingatlah orang-orang kudus seperti Santo Petrus yang menyangkal Tuhan; Paulus yang pernah menjadi penganiaya yang kejam terhadap orang-orang Kristen awal; Santo Agustinus; Maria Magdalena yang berdosa….

Jika ada sesuatu yang luar biasa dalam diri mereka, itu adalah bahwa mereka tidak pernah berhenti BERUSAHA KERAS untuk setia kepada Tuhan dan ajaran-ajaran-Nya meskipun ada kelemahan dan kegagalan. Mereka adalah orang-orang biasa yang menjalani kehidupan yang luar biasa karena iman mereka.

Besok, Hari Raya Peringatan Arwah Semua Orang Beriman. Perayaan yang mengingatkan kita bahwa sekeras apa pun kita berusaha, kita tidak dapat memperpanjang hidup kita di bumi, dan kita juga tidak dapat menghalangi kekekalan yang akan datang kepada kita. Apakah kita sedang mempersiapkan diri hidup kekal? Anda memiliki berbagai macam rencana: rencana pendidikan, rencana pensiun, rencana kesehatan, dsb. Bagaimana dengan rencana untuk kehidupan kekal Anda?

Hidup adalah perjalanan yang sangat pendek. Jaraknya satu huruf saja:  dari L ke M, yaitu, dari Lahir hingga Mati. Apa yang akan kita buat di jarak yang sangat pendek itu? Marilah kita semua berusaha menghidupi Sabda Bahagia dalam hidup kita. Kita mungkin tidak akan menjadi orang kudus dengan melakukannya, tetapi Sabda Bahagia akan membawa kita ke ambang pintu keabadian, dan di sana kita akan dipeluk oleh Tuhan, di sana dan saat itu juga, di mana dan kapan pun tidak akan ada lagi rasa sakit, tidak ada lagi dukacita, tidak ada lagi penganiayaan, tidak ada lagi masalah, tidak ada lagi perpisahan.

“Hidup ini terbagi dalam tiga kategori besar, yaitu: mudah, sulit, dan mustahil. Mereka yang memilih yang mudah memiliki kehidupan yang aman tapi membosankan; mereka yang memilih yang sulit akan menjadi tangguh dan memiliki kepuasan; mereka yang memilih yang mustahil akan menginspirasi orang lain bahwa segala sesuatu mungkin terjadi, dan tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.”

Tuhan, tolonglah kami untuk percaya dan menghayati Sabda Bahagia sehingga kami benar-benar diberkati dalam kehidupan ini dan di kehidupan yang akan datang. Amin.

Author

Write A Comment