Sabda Hidup
Selasa, 13 Juni 2023, Selasa Pekan Biasa X, Peringatan St. Antonius dari Padua
Bacaan: 2Kor. 1: 18-22; Mzm. 119:129,130,131,132,133,135; Mat. 5:13-16
Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.”
[Mat 5: 13 – 14]
Garam dan terang, itulah kita. Semoga! Pernahkah Anda merenungkan apa artinya menjadi garam atau terang di dunia ini?
Bayangkan Anda memasak sup sayuran yang lezat dengan semua bahan terbaik. Sup tersebut perlahan-lahan mendidih dan kuahnya terlihat sangat lezat. Tapi satu hal yang tidak ada di dalam sup itu yaitu garam dan bumbu-bumbu lainnya. Jadi, Anda membiarkan sup mendidih sambil menantikan sup yang lezat. Setelah benar-benar masak, Anda mencoba mencicipinya dan Anda akan kecewa kaena rasanya hambar. Kemudian, Anda menambahkan bahan yang kurang, garam, dan Anda menambahkannya dalam jumlah yang tepat. Ketika Anda mencoba mencicipinya anda akan merasa senang, karena sup itu lezat rasanya. Sungguh menakjubkan apa yang bisa dilakukan garam!
Atau bayangkan Anda sedang berjalan di hutan dan tersesat. Saat Anda mencari jalan keluar, matahari terbenam dan hari perlahan-lahan menjadi gelap. Langit tertutup awan sehingga tidak ada bintang atau bulan yang terlihat. Setengah jam setelah matahari terbenam, Anda menemukan diri Anda berada dalam kegelapan yang pekat di tengah hutan. Saat Anda duduk di sana, tiba-tiba Anda melihat bulan yang terang mengintip dari balik awan. Cuaca membaik dan langit mulai cerah. Bulan yang tadi tertutup awan kini menyinari jalan Anda sehingga Anda dapat mencari jalan keluar dari hutan yang gelap.
Kedua gambaran ini menunjukkan kepada kita tentang pentingnya sedikit garam dan sedikit cahaya. Hanya sedikit saja tetapi dapat mengubah segalanya!
Demikian juga dengan kita dalam iman kita. Dunia yang kita tinggali ini gelap dalam banyak hal. Hidup juga jadi hambar karena kurangnya garam cinta dan belas kasih. Tuhan memanggil Anda untuk menambahkan sedikit rasa itu dan memancarkan sedikit cahaya sehingga orang lain dapat menemukan jalan mereka.
Seperti bulan, Anda bukanlah sumber cahaya. Anda hanya memantulkan cahaya. Tuhan, Sang Matahari sejati ingin bersinar melalui Anda dan Dia ingin Anda memantulkan cahaya-Nya. Jika Anda membuka diri terhadap hal ini, Dia akan menggerakkan awan pada waktu yang tepat untuk menggunakan Anda dengan cara yang Dia pilih. Tanggung jawab Anda adalah untuk menjadi terbuka.
Renungkanlah hari ini, seberapa terbuka Anda untuk memantulkan cahaya-Nya. Berdoalah setiap hari agar Tuhan memakai Anda sesuai dengan tujuan-Nya. Siap sedialah Anda untuk anugerah ilahi-Nya dan Anda akan kagum dengan cara-Nya menggunakan hal-hal kecil dalam hidup Anda untuk membuat perbedaan.
Tuhan gunakanlah aku sesuai dengan kehendak dan tujuan-Mu. Aku ingin menjadi garam dan terang. Semoga aku dapat memberikan sumbanganku, walau sedikit, agar dunia menjadi lebih indah. Gunakanlah diriku sebagai alat-Mu. Amin.
