Sabda Hidup
Rabu, 28 Februari 2024, Rabu Pekan Prapaskah II
Bacaan: Yer. 18:18-20; Mzm. 31:5-6,14,15-16; Mat. 20:17-28.
Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.”
MAT 20: 26
Yesus dan para murid hendak pergi ke Yerusalem dan Yesus ingin mempersiapkan mereka untuk apa yang akan terjadi. Ada beberapa hal yang membingungkan kita tentang Injil hari ini. Yesus secara eksplisit menubuatkan bahwa penyaliban akan menantinya di Yerusalem.
Ini adalah ajaran yang mendalam tentang penderitaan. Ketika kita berusaha menghindari penderitaan dengan segala cara, kita akan menghabiskan waktu seumur hidup untuk lari, tetapi penderitaan itu akan tetap mengejar kita; kemudian kita akan menjadi korban penderitaan yang tidak kita kehendaki. Tetapi ketika kita memilih untuk menghadapi penderitaan hidup kita, ditopang oleh teladan dan kasih karunia Kristus, kita akan menjadi pahlawan-pahlawan iman.
Namun saat Yesus berbicara bahwa Ia harus menderita, justru ada permintaan yang aneh dari Yakobus dan Yohanes, walau hal itu disampaikan oleh ibu mereka. Keinginan Yakobus dan Yohanes untuk memiliki posisi penting di hadapan kesepuluh rasul lainnya memunculkan potensi ancaman perpecahan di antara mereka. Yesus mengambil kesempatan ini untuk memberikan pengajaran yang kuat tentang kerendahan hati.
Jika Anda ingin menjadi besar, ubahlah sikap Anda: berhentilah berpikir tentang status sosial, kecerdasan, gelar akademis, dan kemampuan Anda untuk memanipulasi dan mengendalikan hasil. Tidak peduli berapa lama Anda telah menjadi anggota gereja atau bahkan seberapa hebat Anda dapat memimpin daripada para pemimpin saat ini, semua itu tidak ada artinya tanpa kasih dan hati untuk melayani (bdk. 1 Korintus 13)
Jika kita benar-benar ingin menjadi orang besar di mata Tuhan, kita harus mengakui ketidakmampuan kita, kerentanan kita, tunduk bersyukur atas kemurahan Tuhan, dan dengan ucapan syukur, gunakan hidup kita menjadi tanda dan sarana pemberian diri Tuhan secara total di kayu salib.
Pertimbangkanlah untuk memberikan atau membagikan sesuatu yang telah Anda peroleh kepada orang lain yang membutuhkan, sebagai bagian dari olah rohani Prapaskah tahun ini.
Tuhan, semoga aku semakin melayani ketimbang dilayani. Amin.
