Remah Harian

MENGIKUTI YESUS, HARGA MATI

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Senin, 22 Mei 2023, Senin Pekan Paskah VII
Bacaan: Kis. 19:1-8Mzm. 68:2-3,4-5ac,6-7bYoh. 16:29-33.

Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku.”

(Yoh 16: 32)

Suatu ketika dalam pertemuan dengan umat di pedalaman, seorang ibu menceriterakan tantangannya untuk menghidupi iman katolik. Kampungnya jauh di pedalaman. Wilayah paroki cukup luas. Tenaga imam kurang. Dengan demikian kunjungan pastoral juga sangat jarang. Belum lagi desakan-desakan untuk bertubi-tubi untuk meninggalkan iman dari para pedagang yang beragama berbeda, dengan iming-iming kemudahan dalam transaksi. Tetapi bagi ibu itu, iman kepada Yesus Kristus adalah harga mati. Tak tergantikan dan tak dapat ditawar-tawar lagi.

Bagaimanakah anda menjadi murid Yesus? Bagaimana anda percaya kepada-Nya? Seberapa dalam iman anda? Apakah anda siap dan mau tetap berpegang pada iman anda apapun yang terjadi? Apakah anda siap untuk mengikuti-Nya meski sulit dan tidak populer? Apakah anda siap menderita karena iman anda?

Pertanyaan-pertanyaan itu penting untuk kita. Pertanyaan yang perlu kita jawab baik ketika kita berada dalam situasi yang baik maupun sulit sebagai seorang murid Yesus.

Mudahlah menjadi seorang pengikut Yesus ketika setiap orang lain juga berbuat yang sama. Ketika situasinya mudah, segalanya berjalan lancar, ketika kita merasa aman-aman saja. Tetapi ketika iman kita diejek, dicemooh? Atau ketika kita harus membuat pilihan yang sulit antara tekanan keluarga, budaya, orang-orang dekat dan tetap teguh dalam iman? Atau ketika iman dan status saya sebagai pengikut Kristus mempersulit karier atau pekerjaan? Itulah saat-saat status kita sebagai murid Kristus ditantang.

Dalam Injil kita hari ini, nampaknya para murid telah memperhatikan dan mencermati ajaran Yesus, mendengarkan Dia, dan sudah mendengar banyak cerita tentang Dia. Nampaknya mereka telah tiba pada kesimpulan bahwa Ia adalah seorang nabi besar. Banyak yang sudah percaya bahwa Ialah Sang Juruselamat. Jadi telah tiba momentum yang membuat para murid lebih mudah untuk percaya kepada-Nya dan mereka percaya bahwa Ia datang dari Allah.

Namun Yesus menunjukkan kepada mereka, meski mereka sudah percaya, akan tiba saatnya ketika setiap orang meninggalkan Dia, ketika mereka tercerai berai dan mereka meninggalkan Dia seorang diri. Tentu apa yang dikatakannya menunjuk pada saat-saat sengsara-Nya.

Ujian terbesar iman kita terjadi ketika mengikuti Kristus itu tidak populer. Ketika iman kita diperhadapkan dengan pilihan-pilihan mendasar hidup kita. Pada saat-saat itu kita mempunyai kesempatan untuk menyatakan iman kita dan memperdalam komitmen kita sebagai murid Kritus.

Mari kita renungkan hari ini. Seberapa dalam komitmen saya terhadap Kristus. Siapkah saya memikul salib bersama-Nya? Apakah saya siap memberikan segalanya untuk mengikuti-Nya? Semoga jawabannya adalah “YA”! Jawaban “YA” dalam setiap situasi apapun yang kita hadapi. Mengikuti Yesus itu harga mati!

Tuhan, aku percaya. Bantulah aku agar imanku tetap kuat setiap saat. Bantulah aku untuk selalu menjawab “Ya” dan menghidupi jawaban “Ya” itu sepanjang hidup. Kupercayakan diriku kepada-Mu. Amin.

Author

Write A Comment