Remah Harian

MENGIKUT YESUS: HIDUP SECARA PENUH

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Jumat, 11 Agustus 2023, Jumat Pekan Biasa XVIII, Peringatan Wajib St. Klara
Bacaan: Ul. 4:32-40Mzm. 77:12-13,14-15,16,21Mat. 16:24-28

Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.”

(Mat 16: 24 – 25)

Mengikuti Yesus itu bukan main-main. Mengikuti Kristus itu adalah hal yang serius sebab mengikuti Kristus berarti menjalani rencana Tuhan bagi hidup kita. Apa rencana Tuhan hidup kita? Ia ingin agar kita mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Ia ingin agar kita hidup secara penuh. Bagaimana agar kita hidup secara penuh?

Pertama, kita hidup secara penuh jika hidup kita berbuah. Untuk itu kita harus siap untuk melakukan lebih dari sekedar yang biasa atau yang dituntut. Setiap orang Kristen dipanggil untuk menjadi pahlawan. Bagaimana? Dengan melakukan kebaikan tanpa ragu. Itulah kunci kekudusan: kemurahan hati, menghidupi hidup secara penuh, merayakan kehidupan dengan penuh syukur.

Kedua, kita hidup secara penuh jika kita mengasihi sedalam-dalamnya. Kita sering mengatakan bahwa kita mengasihi sepenuh hati. Ketika Tuhan mengatakan kepada kita untuk mengasihi sedalam-dalamnya, yang dimaksud adalah mengasihi lebih dalam lagi dari hati kita, dari kedalaman diri kita, lebih dari sekedar perasaan, tetapi dari diri yang terdalam yang mendorong kita untuk harus melakukan itu. Mengasihi sepenuh hati berarti mengasihi bukan berdasar suka atau tidak suka, bukan berdasar mood.

Ketiga, kita hidup secara penuh jika kita dapat melepaskan dengan gembira. Kita harus memikul salib dengan gembira. Tuhan menghendaki kita bahagia. Menjadi bahagia bukan berarti haha-hihi, menari, tertawa sepanjang waktu. Dalam setiap situasi, kita dapat tetap gembira karena keyakinan kita bahwa Tuhan ada dalam diri kita. Kita gembira dan bahagia karena kita adalah ciptaan-Nya yang amat berharga.

Akhirnya Tuhan berkata: pikul salib! Pikul salib, jangan dibuang! Pikul salib, jangan ditinggalkan! Jangan dipotong-potong! Cara kita memikul salib adalah dengan menjalani hidup kita secara penuh.

St. Klara dari Asisi (1194-1253) kita peringati hari ini. Klara adalah wanita pertama yang mempraktekkan hidup dalam kemiskinan seperti yang diajarkan oleh Santo Fransiskus. Ditempatkan olehnya sebagai kepala dari beberapa sahabat di biara kecil San Damiano, ia memimpin komunitasnya selama empat puluh dua tahun dan kemudian mendirikan Ordo Klara Miskin di gerbang Asisi. Aturan mereka termasuk pertapaan sampai sekarang tidak dikenal di biara-biara wanita lainnya. Mereka bertelanjang kaki, tidur di atas tanah, terus berpantang dan menjadikan kemiskinan sebagai dasar hidup mereka. Klara meninggal pada tanggal 11 Agustus 1253, dan dikanonisasi dua tahun setelah kematiannya.

Yesus, tolonglah aku untuk berjalan bersama-Mu demi kesembuhan dunia. Berikanlah aku anugerah untuk bangkit dalam kehidupan yang baru dan mengikut Engkau lebih dekat lagi selama sisa hidupku. Amin.

Author

Write A Comment