Remah Harian

MENGHASILKAN BUAH YANG BAIK

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Rabu, 28 Juni 2023, Rabu Pekan Biasa XII, Peringatan St. Ireneus
Bacaan: Kej. 15:1-12,17-18Mzm. 105:1-2,3-4,6-7,8-9Mat. 7:15-20

Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?”

(Mat 7: 15 – 16)

Jawaban terhadap pertanyaan Yesus dalam kutipan Injil di atas sudah jelas: “Tidak!” Tentu kita tidak dapat memtik buah anggor dari semak duri, atau buah ara dari rumput duri! Seorang jahat tidak dapat menghasilkan buah yang baik.

Sabda Tuhan ini dapat memberi kita tuntunan dalam melakukan pembedaan roh [discernment]. Pertama-tama, pentinglah bagi kita untuk menyadari bahwa “nabi-nabi palsu” memang ada. Mereka itu dapat berupa siapa saja yang secara aktif menyesatkan orang lain dengan berpura-pura berbuat baik. Sebagian dari mereka mungkin tidak menyadarinya, tetapi biasanya seorang yang bertindak sebagai “serigala berbulu domba” melakukannya dengan maksud untuk mendapatkan keuntungan. Keuntungan untuk diri sendiri yang memotivasi tindakan mereka itu bisa bermacam-macam, tetapi pada umumnya berlaku prinsip mementingkan diri sendiri.

Sebagai contoh, misalnya, seorang sales menipu calon pembeli dengan mengatakan bahwa mobil yang ditawarkannya sungguh luar biasa, padahal ia sebenarnya tahu bahwa mobil tersebut mempunyai cacat mekanis. Tujuannya adalah bahwa mobil itu terjual dan ia mendapatkan keuntungan, tanpa peduli akan bahaya yang bisa menimpa calon pembeli.

Atas cara yang sama, banyak dari kita dapa terbuai “mulut manis” orang yang mengatakan ini dan itu dengan tujuan agar mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Tentu saja itu menipu dan menyesatkan. Beberapa waktu yang lalu, ada postingan di media sosial yang menggelitik. Bunyinya: “Jika ada orang yang tiba-tiba amat baik terhadap anda, mungkin ia caleg!” Maklum, menjelang pemilu!

Dalam memilah-milah atau pembedaan roh, Yesus memberikan kuncinya, yaitu dengan melihat buah dari perkataan atau perbuatan seseorang. Sudah tentu, apa saja yang datang dari Hati Tuhan kita dan sesuai dengan kehendak-Nya, menghasilkan buah yang baik. Tetapi ketika seseorang menipu atau menyesatkan, meski ia membungkusnya dengan “kebaikan”, hasil akhirnya, atau buah-buahnya, kebanyakan adalah buah yang buruk.

Mari kita renungkan hari ini, apa pun dalam hidup Anda yang sedang Anda perjuangkan untuk diputuskan atau ditimbang-timbang.  Jika Anda benar-benar ingin mengetahui kehendak Tuhan dalam keputusan sehari-hari Anda, cobalah untuk melihat lebih jauh dari pilihan yang ada pada saat itu, yaitu dampak dari pilihan tersebut di kemudian hari. Jika Anda dengan tulus melihat kebaikan sebagai hasil dari pilihan anda, itu adalah pertanda baik bahwa hal tersebut adalah baik dan berasal dari Tuhan. Jika Anda melihat dampak negatif dari keputusan anda, buah-buah buruk yang akan dihasilkan, maka itu adalah pertanda bahwa keputusan yang Anda pertimbangkan bukan dari Tuhan. Pilihlah buah yang baik dan Anda akan memilih kehendak Tuhan.

Tuhan, berikanlah aku kemampuan untuk memilih kehendak-Mu dlam hiduku. Bantu aku, untuk melihat buah-buah yang akan dihasilkan dengan mengikuti Engkau. Ketika Engkau memberikan buah yang baik dalam hidupku, bantu aku untuk terus menapaki jalan kebenaran itu, agar dapat menghasilkan buah-buah yang baik dan berlimpah. Amin.

Author

Write A Comment