Remah Harian

MENGASIHI DENGAN SEGENAP KEBERADAAN KITA

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Jumat,  25 Agustus 2023, Jumat Pekan Biasa XX
Bacaan: Rut. 1:1,3-6,14b-16,22Mzm. 146:5-6,7,8-9a,9bc-10Mat. 22:34-40.

Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

(Mat 22: 37 – 39).

Dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.”
Dengan kata lain, dengan segenap keberadaanmu.

Seperti apakah wujud dari kasih yang mendalam ini dalam praktek?  Sangat mudah merenungkan atau merangkaikannya dalam kata-kata indah dan luhur dalam kotbah, tetapi sangat sulit untuk menyatakannya menjadi sebuah kesaksian hidup dalam tindakan kita. Apakah Anda mengasihi Allah dengan seluruh keberadaan Anda?  Dengan setiap bagian dari diri Anda? Apa artinya itu sebenarnya?

Kedalaman kasih itu dapat menjadi nyata dalam pelbagai cara. Namun, ada beberapa kualitas dari kasih itu yang harus ada:

  1. Mempercayakan diri. Mempercayakan hidup kita kepada Allah adalah prasyarat dari kasih itu. Allah itu sempurna, dan karenanya, untuk mengasihi Dia, kita perlu melihat kesempurnaan-Nya, memahami kesempurnaan-Nya dan bertindak sesuai dengan hal itu. Ketika kita melihat dan mengerti siapa itu Allah, maka kita akan percaya penuh kepada-Nya tanpa syarat. Allah Mahakuasa dan Mahakasih. Allah yang Mahakuasa dan Mahacinta harus dipercaya secara tak terbatas.
  2. Api dalam batin. Mempercayakan diri kepada Allah akan menyalakan api dalam hati kita. Kita akan mengalami Roh Kudus yang mengerjakan hal-hal luar biasa dalam diri kita. Kita akan melihat Allah bertindak dan mengubah kita. Itu akan melebihi apa yang dapat kita perbuat terhadap diri kita sendiri. Allah akan ambil kendali terhadap diri kita dan melakukan hal-hal besar dalam diri kita, mengubah hidup kita, seperti api yang menyala-nyala membakar habis diri kita.
  3. Tindakan yang melampuai kemampuan kita. Dampak dari nyala api Roh Kudus dalam diri kita adalah Allah melakukan hal-hal besar dalam hidup orang-orang di sekitar kita melalui diri kita. Kita akan menyaksikan Allah yang berkarya dan akan kagum akan apa yang dikerjakan-Nya. Kita akan menyaksikan kuasanya yang luar biasa dan kasih-Nya yang mengubah, dan itu akan terjadi melalui diri kita. Sungguh suatu karunia yang luar biasa!

Kita dapat melihat dinamika itu dalam diri orang-orang kudus dan orang-orang yang mempunyai kharisma yang luar biasa, dalam diri orang-orang yang membaktikan hidup mereka sepenuhnya bagi Allah dan bagi sesama. Dalam kerangka itu pula kita memahami doa St. Ignasius: Ambillah Tuhan kemerdekaanku dan kehendak serta pikiranku. Trimalah Tuhan yang ada padaku, gunakanlah seturut hasrat-Mu. Hanya rahmat dan kasih dari-Mu yang kumohon menjadi hartaku. Hanya rahmat dan kasih dari-Mu kumohon menjadi hartaku.

Renungkanlah, hari ini, apakah Anda mengasihi Allah dengan segenap keberadaan Anda? Apakah Anda sepenuhnya berkomitmen untuk melayani Tuhan dan kehendak-Nya yang kudus?  Jangan ragu!  Itu sungguh karunia yang luar biasa!

Tuhan, tolonglah aku untuk mengasihi Engkau dengan segenap hati, akal budi, jiwa dan kekuatanku. Tolonglah aku untuk mengasihi Engkau dengan segenap keberadaanku.  Dalam kasih itu, ubahlah diriku menjadi alat kasih karunia-Mu.

Author

Write A Comment