Remah Harian

MENGAPA YESUS DIBAPTIS?

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Jumat, 6 Januari 2023, Jumat Hari Biasa Masa Natal
Bacaan: 1Yoh. 5:5-13Mzm. 147:12-13,14-15,19-20Mrk. 1:7-11 atau Luk. 3:23-38

Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes. Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara dari sorga: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”

(Mrk 1: 9 – 11)

Mahatma Gandhi biasa memakai cawat atau kain yang dililitkan dipinggang dan sering berpuasa bahkan sampai mati. Itu adalah caranya untuk menunjukkan solidaritasnya dengan orang-orang miskin dan untuk mengidentifikasi diri dengan mereka dalam penderitaan.

Dalam Injil kita hari ini, Yesus membiarkan diri-Nya dibaptis untuk menunjukkan solidaritas-Nya kepada kita umat-Nya dan untuk menjadi seperti kita dalam segala hal kecuali dalam hal dosa. Ya, Dia dengan bebas memilih untuk dibaptis untuk mengidentifikasi diri-Nya dengan kebutuhan kita akan pengampunan dan dengan kerinduan kita akan penebusan.

Yesus dan Gandhi memiliki solidaritas yang kuat dengan orang-orang yang menderita. Dengan baptisan kita, kita menjadi anggota umat pilihan Allah. Di satu sisi, Yesus menunjukkan kepada kita pada apa yang harus kita lakukan agar hidup kita berarti di dunia ini agar dunia menjadi tempat yang lebih baik.

Sebagai pengikut Kristus, sekarang kita bertanya kepada diri kita sendiri: Seberapa jauh kita benar-benar mengidentifikasi diri kita dengan saudara dan saudari kita yang menderita? Seberapa jauh kita bersedia melakukan pekerjaan baik untuk mereka dan melayani mereka?

Yesus tidak hanya mengatakan, “Aku datang untuk melayani.” Dia benar-benar melayani dan bahkan sampai memberikan nyawa-Nya. Dia benar-benar mati untuk kita. Apakah kita benar-benar melayani kebutuhan saudara dan saudari kita seperti yang dilakukan Tuhan kita? Apakah kita berani mengalami “kematian-kematian kecil” di dalam diri kita agar orang lain dapat hidup?

Author

Write A Comment