Remah Harian

MENGAMPUNI ITU SULIT?

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Senin, 7 November 2022, Senin Pekan Biasa XXXII

Bacaan: Tit. 1:1-9; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Luk. 17:1-6.

“Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.”

(Luk 17: 3 – 4)

Pengampunan adalah hal yang sering kali sulit dilakukan. Apalagi orang yang sama berdosa terhadap anda “tujuh kali sehari” seperti dikatakan oleh Yesus.

Akan tetapi kita harus memperhatikan Sabda Yesus hari ini. Ia tidak bermaksud untuk idealistis; malahan realistis. Pengampunan harus diberikan, lagi dan lagi dan lagi. Kita tak perlu ragu untuk mengampuni, apalagi mereka yang menyesal dan bertobat secara tulus.

Salah satu hal yang perlu kita perhatikan dari perikope tersebut adalah bahwa ketika seseorang berdosa terhadap kita, kita harus menegurnya. “Jika saudaramu berdosa, tergorlah dia!” kata Yesus. Tentu teguran diberikan bukan atas dasar dendam, melainkan mendorong orang tersebut untuk bertobat. Itulah seharusnya yang menjadi alasan kita saling menegur. Jika kita merasa bahwa seseorang yang berdosa terhadap kita terbuka untuk berubah, maka kita harus memberinya teguran persaudaran dalam kasih. Dan ketika mereka menerimanya dan minta maaf, maka kita harus mengampuninya.

Akan tetapi bagaimana jika orang tersebut berdosa berulang-ulang? Tentu itu melelahkan. Bahkan mungkin kita menjadi ragu apakah orang tersebut benar-benar menyesal dan memohon pengampunan. Namun seharusnya hal itu tidak menjadi perhatian kita. Tujuan kita adalah mendengarnya mengatkan, “Saya minta maaf. Saya menyesal.” Ketika seseorang mengatakannya kita harus dengan segera mengampuninya. Itulah perintah Yesus.

Penting juga kita perhatikan bahwa Kitab suci juga menyatakan pentingnya untuk minta maaf kepada mereka yang kita lukai. Tak cukup kita hanya berasumsi bahwa orang lain akan mengampuni kita. Ada kekuatan yang besar dalam kata-kata, “Maafkan saya. Saya menyesal atas dosa saya.” Meski sulit dikatakan, itu adalah kata-kata penyembuhan.

Mari kita renungkan hari ini, bagaimana kita saling mengampuni. Kita diberi kesempatan setiap hari untuk mengampuni dan meminta pengampunan. Mari jangan ragu untuk melakukannya. Kita pasti akan bersyukur jika kita dapat melakukannya.

Bersalah itu manusiawi; mengampuni itu ilahi. Adalah kodrat kita berbuat salah, karena kita memang tidak sempurna. Akan tetapi kita juga adalah anak-anak Allah yang Maharahim. Dengan mengampuni kita menyatakan identitas kita sebagai anak-anak Allah yang Maharahim dan berbelaskasih.

Author

Write A Comment