Remah Harian

MENGAMBIL, MENGUCAP SYUKUR, MEMECAH-MECAHKAN DAN MEMBAGI-BAGI

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Sabtu, 12 Februari 2022, Sabtu Pekan Biasa V
Bacaan: 1Raj. 12:26-32; 13:33-34Mzm. 106:6-7a,19-20,21-22Mrk. 8:1-10.

“Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak. Mereka juga mempunyai beberapa ikan, dan sesudah mengucap berkat atasnya, Ia menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan.”

(Mrk 8: 6 – 7)

Injil Markus dua kali mengisahkan mukjizat penggandaan roti.Mrk 6:  30 – 44 mengisahkan mukjizat itu dengan setting yang berbeda dengan Mrk 8: 1 – 10. Mrk 6: 30 – 44 mengisahkan peristiwa itu terjadi di daerah Yahudi dan Yesus memberi makan 5.000 orang, sedangkan Mrk 8: 1 – 10 Yesus memberi makan 4.000 orang dan peristiwa itu terjadi di daerah orang-orang bukan Yahudi. Dua tradisi berbeda mempengaruhi kisah mukjizat ini. Tradisi pertama datang dari daerah Palestina. Menurut tradisi tersebut, peristiwa itu terjadi di pantai barat danau Galilea dan mengenai dua belas bakul melambangkan dua belas suku Israel dan jumlah para rasul. Tradisi yang kedua datang dari kalangan Kristen yang bukan keturunan Yahudi. Menurut tradisi tersebut peristiwa ini terjadi di pantai timur danau, di mana penduduk daerah tersebut bukan orang Yahudi. Mengenai tujuh bakul dan tujuh roti melambangkan jumlah suku Kanaan, dan jumlah diaken dari kalangan Kristen yang berbahasa Yunani. 

Dengan menggambarkan pemberian makan kepada 4.000 orang di daerah orang bukan Yahudi ini, Markus ingin mengatakan bahwa Yesus tidak hanya datang kepada orang-orang Yahudi, melainkan juga kepada orang-orang non-Yahudi. Markus ingin mengatakan, bahwa Yesus mengasihi semua orang, semua sama pentingnya bagi diri-Nya.  Kita semua penting di mata-Nya dan dari atas kayu salib Dia menumpahkan darah-Nya bagi kita masing-masing.

Cerita mukjizat penggandaan roti dan ikan ini oleh Markus dimaksudkan sebagai suatu penggambaran awal dari Ekaristi. Seperti apa yang dilakukan-Nya pada perjamuan akhir, di sini juga Yesus mengucap syukur, memecah-mecahkan roti dan memberikannya kepada para pengikut-Nya (lihat Mrk 8:6; 14:22). Ekaristi adalah Paskah baru yang tidak lagi merayakan pembebasan orang Yahudi dari perbudakan Mesir melainkan pembebasan seluruh umat manusia dari dosa. Ini adalah pemenuhan janji yang terdapat dalam Kitab Kejadian. Dalam Ekaristi Tuhan memberikan kepada kita satu cara untuk mengatasi efek-efek dari dosa-dosa yang diulang-ulang, suatu cara untuk memulihkan kita sebagai anak-anak Allah. Dalam Ekaristi, Yesus memberi makan kepada kita secara rohani, memberikan diri-Nya kepada kita dan menyegarkan kita, seperti Dia menyegarkan orang banyak dengan mukjizat penggandaan roti dan ikan itu.

Kita semua berharga di mata Tuhan dan Ia ingin mencurahkan rahmat-Nya kepada kita semua secara berlimpah, memberi makan dan memuaskan kebutuhan-kebutuhan kita.  Pada gilirannya, kita mengucap syukur atas hidup kita, mempersembahkannya kepada Tuhan, memecah-mecahkannya, dan membagi-bagikannya kepada sesama.

Selamat berakhir pekan dan selamat berbagi hidup.

Author

Write A Comment