Sabda Hidup
Senin, 16 Oktober 2023, Senin Pekan Biasa XXVIII
Bacaan: Rm. 1:1-7; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4; Luk. 11:29-32.
Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.”
(Luk 11: 29)
Kita menyukai mukjizat. Ketika kita mendengar, misalnya, bahwa patung Bunda Maria menangis darah atau Tuhan menampakkan diri di tembok gereja, maka orang segera berbondong-bondong pergi ke tempat itu dan meminta mukjizat. Lihat saja, berbagai kelompok rohani yang diorganisir oleh orang-orang yang mengklaim dapat menyembuhkan penyakit dan melakukan hal-hal yang luar biasa. Bahkan pernah terjadi begitu banyak orang tertipu oleh seorang yang mengaku mendapatkan penampakan Bunda Maria.
Dalam Injil hari ini, orang banyak meminta tanda yang menunjukkan bahwa Yesus benar-benar Mesias yang diutus oleh Tuhan. Tetapi Yesus tidak memberikan tanda apapun kecuali tanda nabi Yunus, yakni orang-orang Niniwe yang bertobat setelah mendengar warta nabi Yunus. Orang banyak ini sejatinya tidak mendengarkan warta yang dibawa oleh Yesus, tetapi mereka hanya ingin agar rasa ingin tahun mereka dipuaskan oleh mukjizat-mukjizat-Nya. Kristus tahu apa yang mendorong mereka. Mereka datang untuk melihat Dia melakukan mukjizat sehingga ketika mereka kembali ke rumah, mereka punya cerita untuk dibicarakan. Tidak seperti ratu Syeba, seorang asing, yang datang bukan hanya untuk memuaskan rasa ingin tahunya tentang Hikmat Salomo, tetapi juga untuk membiarkan pikirannya terbuka, terutama dalam pengenalan akan Allah dan penyembahan yang benar kepada-Nya. Yesus memiliki hikmat dan pengajaran surgawi jauh melebihi semua perkataan atau tulisan Salomo, tetapi orang-orang ini tidak menghargai apa yang dikatakan Kristus kepada mereka bahkan ketika Dia ada di tengah-tengah mereka.
Dalam perikope Injil ini, Yesus menunjukkan dua hal. Pertama, Dia mengatakan kepada orang-orang pada masa-Nya bahwa bukti yang paling besar dan paling meyakinkan bahwa Kristus telah diutus oleh Allah dan yang masih mereka nantikan, setelah begitu banyak tanda yang telah diberikan kepada mereka, adalah kebangkitan-Nya dari antara orang mati. Kebangkitan-Nya dilambangkan oleh Nabi Yunus yang dilemparkan ke dalam laut, berada dalam perut ikan selama tiga hari dan kemudian muncul kembali serta memberitakan pertobatan kepada orang-orang Niniwe. Tetapi di sini Dia yang jauh melebihi Yunus berkhotbah tetapi tidak ada satu pun dari mereka yang tergerak dan berbalik dari cara hidup mereka yang jahat dan bertobat, seperti yang dilakukan oleh orang-orang Niniwe.
Kedua, Ia memberitahukan kepada kita tentang tanda yang Allah harapkan dari kita sebagai bukti iman kita. Bukti ini adalah praktik yang sungguh-sungguh dari agama yang kita hidupi dan kesiapan untuk memberitakan iman ini kepada orang lain. Karena Kristus tidak hanya berkhotbah di empat penjuru Bait Allah dan rumah-rumah ibadat. Melalui kita Ia juga berkhotbah di tempat-tempat lain. Para rasul-Nya diperintahkan untuk memberitakan Injil kepada semua makhluk. Kita pun mendapat perintah yang sama. Kitalah yang harus menjadi tanda bagi orang lain untuk mengenal Yesus.
Apakah Anda masih mencari-mencari dan merindukan mukjizat?
Bapa, Engkau telah menunjukkan kemurahan-Mu kepada kami sepanjang sejarah keselamatan, yang berpuncak pada pribadi Yesus, Putera-Mu. Tambahkanlah iman kami. Amin.
