Sabda Hidup
Selasa, 10 Oktober 2023, Selasa Pekan Biasa XXVII
Bacaan: Yun. 3:1-10; Mzm. 130:1-2,3-4ab,7-8; Luk. 10:38-42.
Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”
(Luk 10: 41 – 42)
Saya ingin mengajukan sebuah pertanyaan yang jujur kepada anda: Apa hal pertama yang Anda lihat saat Anda bangun di pagi hari?
Saya yakin banyak dari kita yang akan menjawab, ponsel atau media sosial. Seorang teman saya dengan juur mengakui kepada, bahwa dia langsung melihat akun Facebook-nya dari tempat tidur bahkan sebelum dia mencuci muka. Untuk mengatasinya, dia membuat pilihan yang lebih baik. Sebelum tidur, ponselnya ia matikan dan ditaruh di meja kerjanya, cukup jauh dari tempat tidurnya. Kemudian dia meletakkan sebuah Alkitab di dekat tempat tidurnya. Dia mengatakan, ini adalah tanggapan atas nasihat yang dia baca dari penulis Kristen Rick Warren untuk menyingkirkan obsesinya terhadap Facebook dan sebagai gantinya, menghadapkan face-nya pada sebuah Book, hadapkan wajahnya pada Kitab Suci.
Di atas yang baik, akan selalu ada sesuatu atau seseorang yang lebih baik.
Hari ini, Yesus berbicara tentang Maria yang memilih “bagian yang lebih baik”. Marta mementingkan keramah-tamahan, dan itu baik. Maria memilih kedekatan dan keakraban, dan dia dipuji untuk itu. Perikop Injil ini bukan tentang persaingan antara kakak dan adik. Yesus tidak sedang mengadu domba Maria dengan Marta. Yesus hanya menyatakan bahwa, di atas yang baik, masih ada sesuatu atau seseorang yang lebih baik.
Dunia ini secara harfiah dipenuhi dengan kebaikan dari Tuhan yang murah hati. Tugas kita adalah untuk membedakan, memilah-milahnya, dan belajar untuk menempatkannya ke dalam tingkatan yang teratur. Karunia-karunia yang Tuhan berikan kepada kita bukanlah untuk karunia itu sendiri. Karunia-karunia itu diberikan kepada kita untuk menjadi jalan menuju Allah, bukan untuk menghalangi Allah.
Seorang teman menggunakan sebuah aplikasi di ponselnya yang menampilkan bacaan-bacaan Misa pada saat pertama kali ia online pada hari itu.
Ada seorang pria yang saat menjelang kematiannya berkata kepada istrinya, “Ketika aku mati, aku ingin kamu memasukkan semua uangku ke dalam peti. Aku ingin membawa semuanya bersamaku.” Sang istri melaksanakan pesan suaminya dengan mengambil semua uang pria tersebut, menyimpannya di rekening banknya, kemudian menulis dan memberikan cek kepada pria tersebut dengan memasukkan cek tersebut ke dalam peti mati suaminya.
Apa yang Anda inginkan di saat-saat terakhir Anda? Apa hierarki nilai-nilai Anda? Dalam hirarki nilai dan prioritas Anda, siapa atau apa yang menempati tempat pertama?
Tuhan, ajarlah aku untuk memilih yang terbaik dan menjadikan Engkau yang utama dalam hidupku. Amin.
